Membedakan Yoghurt dan Kefir, Kamu Termasuk Orang yang Salah Gak?

Agustus 10, 2018

 Membedakan Yoghurt dan Kefir, Kamu Termasuk Orang yang Salah Gak?

Majalah Mata Indonesia - Kefir dan yoghurt diketahui mengandung bahan yang menyehatkan sekaligus berguna untuk kecantikan. Di Indonesia, kamu masih lebih mudah menemukan yoghurt dibandingkan kefir. Jika dilihat dari segi fungsinya, TogelHongkong keduanya banyak digunakan untuk menjaga kesehatan pencernaan dan tubuh. Namun ternyata, yoghurt dan kefir punya perbedaan yang cukup signifikan lho. Apa saja?

1. Mengenal yoghurt, yang bisa dibuat dari apa saja

 Membedakan Yoghurt dan Kefir, Kamu Termasuk Orang yang Salah Gak?

Yoghurt adalah susu yang difermentasikan dengan bakteri. Yoghurt bisa dibuat dari apa saja, mulai susu sapi hingga sari kacang kedelai. Hanya saja sekarang, kamu pasti lebih banyak menemui yoghurt dari susu sapi. Bukan sebagai minuman, yoghurt lebih dikenal sebagai makanan karena teksturnya yang kental dan mampu bertahan ketika disendok.

Bakteri yang terkandung dalam yoghurt antara lain streptococcus salivarius subsp. thermophilus dan lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus. Untuk segi rasa yoghurt memilki rasa asam namun tetap enak untuk dinikmati. Yoghurt juga lebih bisa dibuat berbagai macam rasa, seperti misalnya rasa buah, vanilla, ataupun cokelat.

2. Beda dengan yoghurt, kefir lebih sering dibuat dari susu kambing

 Membedakan Yoghurt dan Kefir, Kamu Termasuk Orang yang Salah Gak?

Sedangkan kefir punya tekstur yang lebih cair dibandingkan yoghurt. Maka dari itu, kefir lebih sering disebut minuman. Kefir difermentasikan dengan berbagai macam bakteri, yang di antaranya adalah lactobacillus acidophillus, l bulgaricus, l lactis, bifidobacterium longum, acetobacter aceti, leuconostoc mesenteroides dan s cerevisiae. Dalam kefir juga mengandung ragi (yeast) yaitu accharomyces kefir dan torula kefir.

Jenis susu yang biasanya digunakan susu sapi, susu kambing atau domba. Untuk segi rasa kefir memiliki rasa asam. Namun karena ada kandungan ragi di dalamnya, kefir juga memiliki rasa alkohol yang dihasilkan dari fermentasi ragi.

Jika masalah pencernaanmu sudah termasuk parah, kamu harus mencari kefir dibandingkan yoghurt. Hal itu karena bakteri baik dalam kefir lebih mampu memerangi masalah pencernaan dibandingkan yoghurt.

Jarang melihat kefir? Tenang saja, kamu gak sendiri. Umumnya supermarket tidak menjual kefir karena masyarakat Indonesia masih asing dengan bahan satu ini. Tapi di kafe-kafe modern, mereka sudah mulai menjual kefir smoothies yang dicampur dengan buah-buahan, cocok banget untuk kesehatanmu.

Setelah membaca ini, kamu jadi ingin mencoba kefir gak? Atau untuk kamu yang sudah pernah mencoba keduanya, kamu lebih suka yang mana? Share pendapatmu di kolom komentar ya!

       
     
  

You Might Also Like

0 komentar