Menteri Susi Beberkan Fakta Ikan Araipama yang Sempat Viral

Juli 01, 2018

 Menteri Susi Beberkan Fakta Ikan Araipama yang Sempat Viral

Majalah Mata Indonesia - Ikan Arapaima yang dilepas di Sungai Brantas oleh pemiliknya sudah berhasil ditangkap warga. Meski begitu, kejadian ini menjadi sorotan penting bagi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Menurut Susi, perlu ada sosialisasi kepada masyarakat  Togel Singapore  terkait bahaya memasukkan atau sampai membudidayakan Arapaima di kawasan perairan nasional.

"Banyak yang tidak tahu apa itu ikan Arapaima dan mengapa tidak boleh dilepasliarkan," kata Susi dalam jumpa pers pada Kamis.

1. Arapaima merupakan ikan air tawar terbesar di dunia  

 Menteri Susi Beberkan Fakta Ikan Araipama yang Sempat Viral

Ukuran tubuh Arapaima dapat mencapai panjang 3 meter dan kisaran berat 100 - 200 kilogram. Habitat aslinya ada di Sungai Amazon, Amerika Selatan.

Namun, saat ini Arapaima yang berukuran lebih dari 2 meter sangat langka dijumpai, sebab ikan ini sering ditangkap untuk dikonsumsi penduduk sekitar sungai atau diekspor ke negara lain.

2. Berbahaya jika dilepasliarkan  

 Menteri Susi Beberkan Fakta Ikan Araipama yang Sempat Viral

Susi mencemaskan adanya pihak yang memelihara Arapaima sebagai hobi, lalu karena berbagai alasan kemudian melepaskan ikan tersebut ke sungai.

Arapaima yang merupakan ikan predator bisa memangsa ikan-ikan lokal dalam jumlah besar saat dia lapar. Oleh karena itu, perlu ada tindak tegas terhadap pelaku pelepas dan pemelihara Arapaima.
"Karena kalau tidak, sumber daya ikan hayati kita bisa habis karena Arapaima ini," imbuh Susi.

3. Pelaku pelepas Arapaima bisa terjerat hukum  

 Menteri Susi Beberkan Fakta Ikan Araipama yang Sempat Viral

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Rina menyatakan, pihaknya telah menemukan satu orang di Surabaya yang memiliki 18 ekor Arapaima, 4 ekor di antaranya diberikan kepada warga dan 8 ekor dilepas di Sungai Brantas.

Beredar juga informasi bahwa terdapat penampungan 30 ekor Arapaima di Sidoarjo, Jawa Timur.
Dirjen Penguatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo mengimbau agar pemilik Arapaima bersedia menyerahkan ikan tersebut kepada pemerintah karena Arapaima tergolong sebagai ikan predator yang berbahaya.

      
    
  

You Might Also Like

0 komentar