Banjir di Jepang, 100 Orang Sejauh Ini Dikabarkan Meninggal

Juli 09, 2018

 Banjir di Jepang, 100 Orang Sejauh Ini Dikabarkan Meninggal

Majalah Mata Indonesia - Setidaknya 100 orang meninggal dan 50 orang hilang dalam banjir dan longsor yang terjadi di bagian barat Jepang. TogelHongkong Sebagian besar kematian terjadi di Prefektur Hiroshima.
Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pada hari Minggu bahwa tim penyelamat kini bekerja melawan waktu.
"Masih banyak orang yang hilang dan yang lain membutuhkan bantuan.
1. Hujan deras terjadi sejak Kamis lalu

 Banjir di Jepang, 100 Orang Sejauh Ini Dikabarkan Meninggal

Selama bulan Juli ini hujan besar melanda Jepang sebanyak 3 kali sejak Kamis (6/7) lalu. Dua juta orang telah diminta mengungsi ketika sungai mulai meluap.
"Kami belum pernah mengalami hujan seperti ini sebelumnya," kata seorang pejabat cuaca.
Di Kota Motoyama, di Pulau Shikoku, hujan dengan intensitas 583 mm terjadi pada Jumat dan Sabtu pagi. Peringatan hujan juga diberitahukan pada Senin ini dengan intensitas lebih dari 250 mm.

2. Pemerintah mulai cari warga selamat dan mayat


Tim penyelamat memulai kembali pencarian warga selamat dan mayat di tengah lumpur pada Senin pagi.
Seorang pejabat di Prefektur Okayama mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tingkat air secara bertahap berkurang dan bahwa tim darurat mungkin dapat mengakses daerah-daerah yang terkena dampak paling parah dengan berjalan kaki.

3. Kesulitan warga dan industri pasca hujan besar

 Banjir di Jepang, 100 Orang Sejauh Ini Dikabarkan Meninggal

Meski kini hujan sudah mereda dengan suhu 30 derajat, namun warga masih belum dapat beraktivitas. Perusahaan listrik mnegatakan ada sekitar 12.700 pelanggan tidak memiliki listrik pada hari Senin.
"Kami tidak bisa mandi, toilet tidak berfungsi dan persediaan makanan kami mulai menipis," kata salah seorang Yumeko Matsui kepada media Jepang.



Bidang industri juga terpukul dengan bencana banjir ini. Perusahaan Mazda Motor Corp mengatakan terpaksa menutup kantor pusatnya di Hiroshima pada hari Senin. Mereka juga menghentikan operasi di beberapa pabrik karena hujan pekan lalu dan mengatakan penghentian akan berlanjut di dua pabrik hingga Selasa, karena tidak dapat menerima komponen, meskipun keduanya tidak rusak.
 
     

     
  

You Might Also Like

0 komentar