Kesungguhan China dalam Belt and Road Initiative

Juni 23, 2018

 Kesungguhan China dalam Belt and Road Initiative

Majalah Mata Indonesia - Belum lama ini, penulis berkesempatan berkunjung ke Chongqing Western Logistic Park yang terletak di distrik Shapingba, TogelHongkong Chongqing. Chongqing merupakan satu dari empat kota municipalities di China selain Beijing, Shanghai, dan Tianjin.

Kota municipal merupakan kota setingkat provinsi yang jalur koordinasinya berada langsung di bawah pemerintah pusat. Untuk menjadi kota municipal, China menerapkan persyaratan yang ketat diantaranya adalah harus memiliki peran penting sebagai pusat perekonomian di kawasannya dan memiliki jumlah penduduk yang besar, serta ukuran wilayah yang luas.

Chongqing merupakan kota dengan GDP terbesar di wilayah barat China, memiliki luas wilayah 82.000 km persegi dengan jumlah penduduk 32 juta jiwa. Luas wilayah Chongqing 2.3 kali lebih besar dibanding dengan Beijing, Shanghai, dan Tianjin. 

Sebagai satu-satunya kota municipal di wilayah tengah dan barat China, Chongqing memiliki letak geografis yang strategis. Terletak di persimpangan jalur Belt and Road initiative dan Sungai Yangtze, Chongqing menjadi pondasi perkembangan wilayah barat China, dan memiliki peran krusial dalam keterbukaan ekonomi China.

Chongqing adalah satu dari tiga kota yang menjadi pilot project China's free trade zone. Memiliki infrastruktur transportasi yang maju, baik transportasi darat, transportasi air, dan transportasi udara.  Chongqing merupakan salah satu kluster industri di China yang nilai output-nya mencapai 100 milliar Renminbi.  Terdiri dari produk elektronik, mobil, manufaktur, bahan baku, dan energy.

Pusat Logistik Terpadu

 Kesungguhan China dalam Belt and Road Initiative

Chongqing Western Logistic Park merupakan pusat logistik modern yang dibangun oleh pemerintah municipal Chongqing pada 2007. Terletak di luas lahan sebesar 35.5 hektar dan telah memenangi penghargaan sebagai state level modern service industry pilot park, national excellent logistic park, dan satu dari 19 logistic demonstration park.

Kesungguhan pemerintah China dalam strategi Belt and Road Initiative terlihat jelas dalam proyek Chongqing Western Logistic Park. Di area inilah terdapat titik nol kilometer yang merupakan starting point jalur kereta yang menghubungkan Chongqing, Xinjiang, dan Eropa atau yang disingkat dengan jalur Yuxin'ou dalam bahasa Mandarin.

Jalur Yuxin'ou sepanjang 11.179 kilometer ini melewati 6 negara dari China, Kazakhstan, Russia, Belarus, Poland, dan Jerman dan telah beroperasi sejak 2011. Untuk mencapai kota tujuan terakhir yaitu Duisburg (Jerman) butuh waktu sekitar 12-14 hari perjalanan.

Setiap hari terdapat 2-3 perjalanan kereta ekspedisi barang dari Chongqing ke Duisburg, dengan 41 rangkaian gerbong. Masing-masing gerbong membawa dua kointainer barang. Barang-barang tersebut merupakan barang produksi Chongqing yang sebagian besar adalah barang elektronik.

Dibandingkan dengan rute ekspedisi logistik lainnya (China memiliki 39 rute yang menghubungkan 16 kota di China untuk 12 kota di Eropa), rute Yuxin'ou menduduki peringkat pertama dari segi jumlah perjalanan, nilai barang yang diekspedisikan, dan kecepatan yang ditempuh. Hal ini menunjukkan bahwa jalur Yuxin'ou memiliki kontribusi yang besar dalam perkembangan strategi Belt and Road Initiative pemerintah China.

Tahun 2017, tercatat ada 660 perjalanan kereta ekspedisi dari Chongqing Western Logistic Park menuju Duisburg dan sebaliknya. Dengan nilai total output sebesar 300 juta Renminbi, total GDP 80 juta Renminbi, dan pajak sebesar 10 juta Renminbi.  Dan hingga Mei 2018, tercatat lebih dari 200 perjalanan dari Chongqing Western Logistic Park menuju Duisburg atau sebaliknya.

Chongqing Western Logistic Park memiliki lima jalur bongkar muat kontainer. Masing-masing jalur memiliki empat crane yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan container dari atas rangkaian gerbong kereta, baik yang berangkat maupun yang tiba. Pada jalur ketibaan, terdapat kantor bea cukai pemerintah China yang bertugas untuk custom clearance terhadap barang-barang impor yang masuk ke area Chongqing Western Logistic Park.

Menurut salah satu pegawai, Chongqing Western Logistic Park memiliki 33 proyek kerjasama yang melibatkan lebih dari 100 perusahaan logistik internasional yang berasal dari berbagai negara seperti, Amerika, Perancis, Jerman, Italia, Singapura, Kazakhstan, dan Russia.

Chongqing Western Logistic Park dirancang menjadi kawasan logistik terintregrasi yang dilengkapi dengan fasilitas canggih dan didukung industri jasa terkait. Kawasan ini memiliki jaringan kereta api maju, platform terbuka dan koneksi dari berbagai macam industri.

Chongqing Western Logistic Park menikmati kemudahan jalur kereta api yang terintegrasi dengan terminal kontainer Tuanjiecun, jalur bongkar muat Xinglongchang, dan sembilan jalur kereta api domestik maupun internasional. Selain itu juga merupakan starting point jalur Yuxin'ou, jalur Chongqing-Manzhouli-Russia, dan jalur selatan program China-Singapore connectivity.

Area Chongqing Western Logistic Park memiliki 3 platform terbuka yaitu port jalur kereta api, port impor kendaraan jadi, dan port pusat logistik bebas pajak (bonded area). Merupakan perpaduan industri logistik modern, perdagangan internasional, dan pembiayaan logistik yang berada dalam satu klaster area terpadu.

Fokus Belt and Road Initiative

 Kesungguhan China dalam Belt and Road Initiative

Belt and Road Initiative yang mencakup di dalamnya the silk road economic belt dan 21st century maritime silk road merupakan strategi pemerintah China untuk membuka ekonomi negaranya agar dapat terintegrasi dengan perekonomian global.

Strategi Belt and Road Initiative menghubungkan China dengan sekitar 68 negara lain di sepanjang jalur tersebut, yang bertujuan untuk menguatkan perdagangan lintas negara dan kerjasama ekonomi dengan negara-negara yang dilintasi jalur Belt and Road initiative.

Menjalin kerjasama ekonomi merupakan fokus utama dari Belt and Road Initiative. Pembangunan Chongqing Western Logistic Park ditujukan untuk mendorong dibukanya wilayah China bagian tengah dan barat sebagai area perbatasan negara dan memfasilitasi peningkatan dan transformasi keterbukaan ekonomi China di area pantai.

Keterbukaan ekonomi China saat ini telah terjadi, yang mengkombinasikan konektivitas transportasi antara wilayah darat dan laut. Pertumbuhan ekonomi yang harmonis antara wilayah barat dan timur diharapkan dapat menunjang keterbukaan ekonomi China menuju perekonomian global.

Sejak dimulainya strategi ekspansi keluar oleh pemerintah China pada 2014, terjadi kenaikan dramatis investasi luar negeri dan perdagangan ekspor dan impor akibat mulai diterapkankannya strategi Belt and Road Initiative dan dibukanya beberapa jalur ekspedisi langsung dari sejumlah kota di China menuju sejumlah kota di Eropa.

Melihat secara dekat Chongqing Western Logistic Park, rasanya tidak mustahil bagi pemerintah China untuk berambisi menghidupkan kembali jalur sutra perdagangan China masa lampau. Strategi Belt and Road Initiative telah membuktikan kekuatan China untuk menguasai perekonomian global yang telah dirintis sejak 2013.

Sebagai salah satu negara yang berada di jalur Belt and Road Initiative, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan peluang dari strategi Belt and Road Initiative tersebut. Tentunya tidak hanya menjadi objek dalam kerjasama ekonomi antar kedua negara, namun juga menjadi subjek yang dapat menentukan arah kerjasama ekonomi yang menjadi salah satu fokus strategi Belt and Road Initiative pemerintah China.

   
 

  

You Might Also Like

0 komentar