Taman Kota yang Ramah "WULAN"

Mei 31, 2018

 Taman Kota yang Ramah "WULAN"

Majalah Mata Indonesia - Menjadi tua adalah proses alamiah, usia tua adalah karunia dan menyikapi hari tua adalah pilihan. WULAN, atau singkatan dari Warga Usia Lanjut, sering ditandai dengan memutihnya rambut, TogelHongkong  meski tidak selalu karena beberapa anggota wulan tetap berambut hitam. Atau sebaliknya masih tergolong usia muda namun sudah berambut putih.

Kapan sih seseorang disebut tua? Ada berbagai kriteria pada umumnya dimulai usia 60 tahun ke atas. Ada lagi yang memilah menjadi lanjut usia (elderly) dari 60-74 tahun, lanjut usia tua (old) 75-90 tahun dan sangat tua (very old) di atas 90 tahun.


Secara Nasional, warga lanjut usia juga bagian dari sumberdaya manusia yang tak terpisahkan. Menyimak pilahan penduduk Indonesia berdasarkan umur, terbentuk piramida tipe ekspansif. Dicirikan oleh piramida yang melebar di alas, cembung di bagian tengah atau penduduk usia muda. Bagian puncak yang meruncing adalah warga lanjut usia.

WULAN menjaga kebugaran tubuh
Tidak dapat dipungkiri saat seseorang menjadi tua terjadi banyak perubahan, dimulai dari menyusutnya kekuatan fisik. Beberapa anggota WULAN mulai mengalami kemunduran kegesitan gerak. Menjadi tua dan tetap menjaga kebugaran tubuh adalah dambaan dan buah dari rajin gerak badan.

Tanpa pemahaman dan penyiapan diri yang tepat, kita bisa memasuki masa tua dengan tergagap-gagap. Keberadaan komunitas, wadah komunikasi para sepuh semisal paguyupan adiyuswa, WULAN (warga usia lanjut) sangat bermanfaat untuk memfasilitasi upaya pemahaman dan penyiapan diri agar mampu menikmati masa tua dengan bahagia.

Untuk tetap menjaga stamina utamanya adalah dorongan dari dalam diri, begitu cerita para sahabat WULAN yang bertubuh bugar. Saat tubuh loyo segera istirahat sejenak seraya mengingat tubuh ini pernah perkasa dizamannya. Sehingga sambil tersenyum bisa melanjutkan gerak badan ringan menjaga kebugaran.

Ada semangat tetap beraktivitas dan aktivitasnya berarti bagi lingkungan meski sekecil apapun. Sajian artikel, Togaten kampung proklim pertama di Salatiga, juga dimotori oleh para lansia. Barisan berambut putih mencintai bumi dengan cara dan gaya keteladanan hidup sehat.

Selain faktor internal, diperlukan juga dorongan dari faktor eksternal terutama lingkungan terdekat yaitu keluarga. Sangat membahagiakan saat berjalan pagi di hari libur berjumpa dengan eyang-eyang yang berjalan pelan ditemani oleh putera dan cucunya, bergantian mereka berlari kecil dan kembali merendengi sang eyang yang berjalan pelan-pelan.

Pun juga ikatan antar sesama anggota WULAN, di lapangan Pancasila Salatiga bahkan stadion Kridanggo, sekelompok kecil warga WULAN berjalan pagi bersama menjadi pemandangan yang lazim. [Begitupun Ibu yang sudah yuswa 76 tahun secara rutin jalan pagi bersama sesama kasepuhan PJS alias paguyuban jalan sehat, jalan bersama, bersendau gurau, bernostalgia, saling bercerita anak cucu dan seringnya diakhiri mampir bersama di warung soto dll.]

Taman Kota ramah WULAN
Faktor eksternal lain yang dapat disediakan oleh Pemda setempat adalah keberadaan taman kota, bagian dari ruang publik terbuka nan hijau. Penataan taman yang memadukan keindahan, ciri khas alias land mark kota serta fasilitas gerak badan semisal jalan sehat pastilah jadi dambaan warga. Bagi warga lansia, keberadaan track yang 'ramah lutut' relatif datar tanpa banyak anak tangga.

Apalagi dibarengi tempat istirahat bangku untuk kelompok kecil, jadilah taman kota sebagai sarana rekreasi olah raga sekaligus perekat komunitas warga. Siapa tahu lain kali kopdar blogger lansia di taman kota sambil gerak jalan.

Bersyukur banyak kota menyediakan fasilitas ini dan kiranya semakin dan semakin banyak sehingga proporsi RTH (ruang terbuka hijau) terhadap pemukiman dan sektor jasa serta industri semakin meningkat. Paru-paru kota berfungsi baik dalam penyediaan oksigen dan udara bersih bagi warganya termasuk warga lansia.

 Taman Kota yang Ramah "WULAN"

Semisal Taman Tingkir di Salatiga. Sangat nyaman untuk para lansia. Berjalan santai di pagi hari dengan pemandangan latar G. Merbabu. Kumpul-kumpul antar lansia di gazebo. Atau didorong di atas kursi roda menggerakkan bagian tubuh yang mampu di udara segar.

Apabila kita menyebut kata Taman Lansia, yang mencuat adalah taman kota tematik di Bandung. Bandung yang bergelar Paris van Java giat mempersembahkan taman cantik dan tematik bagi warga dan pengunjungnya.

Taman Begonia di Lembang juga merupakan taman yang ramah bagi WULAN. Tersenyum saat menyaksikan rombongan WULAN yang gembira menikmati tatanan apik taman. Berfoto dalam rombongan kecil maupun kelompok besar, riuhnya tidak kalah dengan gaya swafoto kawula muda.

Salah satu tangkapan lensa yang menarik dari atas bus di RT Tirai Bambu adalah warga usia lanjut yang sedang gerak badan di taman kota yang dirancang indah. Melalui zoom tertangkap motto citius, altius, fortius proses menjadi lebih cepat, lebih tinggi dan lebih kuat.

 Taman Kota yang Ramah "WULAN"

Loh bukankah ini motto olimpiade, tentunya warga lansia yang gerak badan di taman ini tidak berminat mengikuti lomba di cabang-cabang olimpiade. Namun menjaga kebugaran lebih prima dan lebih lama menjadi dambaan.

Mari sediakan taman kota nyaman agar WULAN tetap bugar di usia senja. Menjadi tua dan bahagia adalah pilihan cara menyikapi masa tua, merasakan curahan berkat di atas karunia (berkat tumumpang sih rahmat). Menaikkan puja mengimani janji "Hingga memutih rambutmu, AKU tetap menggendongmu"....

 









You Might Also Like

0 komentar