Surga Tersembunyi Itu Bernama "Morella"

Mei 28, 2018

 Surga Tersembunyi Itu Bernama "Morella"

Majalah Mata Indonesia - Kota Ambon bagi saya sudah tak terlalu asing lagi, setidaknya telah 3 kali saya menginjakkan kaki di salah satu kota perjuangan yang ada di republik ini.

Sayangnya, ke tiga perjalanan saya sebelumnya hanya untuk menunaikan tugas kantor yang padat dan nyaris tak ada TogelHongkong waktu untuk menunaikan hasrat saya sebagai penikmat travelling, bahkan sekedar untuk jalan-jalan ke kotanya yang kecil, namun terkenal ramai dan padat ini.

Ironisnya, saya juga tak sempat berfikir untuk cari tahu spot-spot menarik di kota ini, yang saya tahu hanya pantai Natsepa dan menikmati indahnya teluk Ambon di malam hari yang dikelilingi kota dengan kerlip lampu warna-warni. Biasanya saya hanya sempat belanja minyak kayu putih yang khas dan setelah itu cabut kembali ke Jakarta.

Nah, perjalanan kali ini berbeda dengan sebelumnya, jika sebelumnya saya hanya menjalankan tugas-tugas yang butuh konsentrasi tingkat tinggi, kali ini saya berdua dengan teman saya ditugasi untuk membuat sebuah film dokumenter tentang keindahan ragam jenis ikan hias laut yang telah berhasil di kembangkan di salah satu cabang kantor saya di kota Ambon.

Sebelumnya kami berdua sudah rencanakan membuat spare waktu maksimal 1 hari untuk menikmati ragam keindahan maha karya Tuhan di pulau Ini. Saya tak mau lagi kehilangan kesempatan untuk yang keempat kalinya, fikir saya.

Menghabiskan waktu sekitar 3,5 jam setelah kami take off dari Jakarta pukul 23.39 dan tiba di kota Ambon pukul 06.30 yang disambut gerimis, merubah kota Ambon yang biasanya terkenal dengan teriknya sebagai kota Pesisir yang khas.

Pengambilan film dokumenter yang kami lakukan selesai di lokasi terakhir yakni di pantai Liang yang masuk wilayah administratif Kabupaten Maluku Tengah.

Berbekal informasi spontan dari teman kami asal Ambon, lantas kami ambil rute jalan berlawanan. Ya. Saat itu teman Ambon kami bilang, "kita lewat desa Morella, mumpung di Ambon, kita nikmati pantai yang masih alami", begitu teman saya Wanda menawarkan diri.

 Surga Tersembunyi Itu Bernama "Morella"

Akhirnya kami bersepakat, apalagi ini spare waktu kami yang memang untuk nikmati spot-spot wisata di pulau Ambon ini. Kami langsung tancap gas menuju pantai Morella yang mulai dikenal orang sejak tahun 2016 lalu. Awalnya menurut Wanda tak banyak orang tahu surga yang tersembunyi ini.
Spot pantai Morella ini diperkirakan berjarak sekitar 35 km dari pusat kota Ambon atau sekitar 40 menit perjalanan mengelilingi 1/3 pulau. Anda bisa merental mobil yang banyak di tawarkan sejak kita landing di bandara Patimura.

Sayangnya saya tidak bisa memberikan info berapa tepat nila sewanya, karena kami menggunakan mobil kantor yg telah disiapkan.

Kami susuri 1/3 pulau Ambon dengan keindahan bukit bukit berbatu dan pohon pohon rempah menahun yang menjulang, infonya pohon rempah itu telah ada sejak zaman belanda dan menjadi daya tarik tersendiri.

Dari atas, kami bisa liat hamparan laut biru kehijauan dan menjorok seperti teluk. Rupanya inilah spot yang Wanda maksud. Ya, pantai lubang buaya Morella. Belum juga beranjak turun dari mobil, saya sudah rasakan sensasi berbeda, suasana gunung dan pesisir yang seolah menyatu.

Sebuah sensasi yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, bahkan selama puluhan kali saya mengelilingi spot spot wisata di seantero Nusantara ini. Kali ini sungguh berbeda.

Di sela-sela bukit berbatu dan pepohonan yang menjulang terdengar gemercik air mengalir dari sungai kecil yang bersumber dari mata air di kaki bukit diantara pohon-pohon yang sudah menahun. Sungainya sangat jernih dan mengalir menyatu dengan air laut pantai Morella. Kami mendapati orang-orang sedang merendamkan diri pada kubangan yang dibuat di antara aliran sungai.

 Surga Tersembunyi Itu Bernama "Morella"


Kami bergegas turun menuruni anak tangga yang disemen seadanya. Oiya. Untuk memasuki area pantai anda harus merogoh kocek hanya dengan selembar uang senilai Rp. 2 ribu. Wow.. sangat murah untuk memanjakan mata menikmati lukisan Tuhan ini.
Disini, anda akan nikmati sensasi lain. Pantai yang menjorok ke darat bak sebuah kolam renang raksasa. Jika anda liat ke bawah, anda pasti akan berkata "inikah surga itu?".

Betapa tidak, air yang sangat jernih, warna hijau dan biru yang terpisah, keindahan lebih dasyat lagi jika anda liat ke dasar laut. Anda akan saksikan ratusan bahkan ribuan ragam jenis ikan hias air laut yang eksotis, menari nari di atas hamparan terumbu karang besar nan Indah.

Inilah spot terbaik untuk snorkling dan diving. Infonya beberapa bulan lalu, menteri nyentrik bu Susi Pudjiastuti bahkan telah lebih dulu nikmati sensasi ini. Beliau bahkan katanya telah jatuh hati, kata Mama penjaga warung.

Untuk menikmati spot keindahan alam bawah laut ini, anda bisa sewa perlengkapan snorkling dan anda hanya perlu merogoh kocek hanya dengan Rp. 25 ribu, dan itu sepuasnya! Luar biasa murah bukan?

 Surga Tersembunyi Itu Bernama "Morella"

Disini juga anda jangan buru buru beranjak, saya sarankan anda untuk menikmati sensasi lainnya, yakni Sunset. Warna matahari yang akan tenggelam memantulkan warna jingga keemasan.

Di spot ini anda akan terkagum kagum dengan melihat pemandangan yang benar benar bak lukisan. Laut yang super jernih dikelilingi rumah rumah panggung kayu dengan cat warna warni dan landscape bukit hijau di belakangnya. Inilah spot terbaik buat penghobi photography atau jika anda punya drone, itu lebih baik lagi karena anda bisa ambil gambar dari berbagai sudut.

Spot ke dua yang tak jauh dari sini adalah pantai lubang buaya. Pantai yang berjarak tidak lebih dari 1 km ini menawarkan sensasi lain yang luar biasa. Untuk menjangkau area ini, tersedia perahu motor yang siap antar jemput. Anda tahu, untuk ini anda hanya merogoh kocek Rp. 10 ribu.

Di pantai lubang buaya ini, anda bisa menikmati lubang/gua tepat di kaki tebing yang langsung menghadap laut. Kenapa dinamai lubang buaya, menurut masyarakat memang ada beberapa versi. Versi penduduk setempat memang berkaitan dengan mitos kepercayaan para pendahulu mereka. Ok. Tak usah diperdebatkan.

Di spot ini, anda bisa langsung menceburkan diri ke pantai yang tak dalam dengan dasar karang yang relatif masih baik. Dan yang bikin kami tak percaya, karena di spot ini anda bisa bermanja-manja ria dengan ribuan ikan hias endemik pantai ini yakni jenis "blue devil". Wow, sensasi luar biasa. Alam begitu memanjakanku dan ini menjadi pengalaman luar biasa.

Mataharipun hampir tenggelam, kami harus kembali ke spot awal. Oiya. Jika anda petualang sejati, atau rekomendasi bagi para backpacker, saya sarankan anda untuk menikmati sensasi malam disini.

Anda bisa sewa rumah kayu yang tersedia mengelilingi pantai Morella. Tarifnya sangat murah, hanya dengan Rp. 200 ribu, anda dan keluarga bisa nikmati sensasi alam yang masih perawan di malam hari.

 Surga Tersembunyi Itu Bernama "Morella"
 Surga Tersembunyi Itu Bernama "Morella"

Kami sebenarnya ingin menikmatinya, sayang kami harus segera kembali esok pagi ke Jakarta.
Oiya. Traveller, sebenarnya masih banyak spot-spot lainnya di sekitar pantai Morella yang layak anda kunjungi. Sayang, karena keterbatasan waktu saya tidak sempat eksplore semuanya. Lain kali saya akan berbagi lagi ke anda.

Pesan saya, dari pada anda menghabiskan uang ratusan juta hanya untuk jalan jalan keluar negeri, lebih baik anda eksplore keindahan Indonesia ini dan pantai Morella saya rekomendasikan sebagai destinasi anda. Saya jamin anda akan semakin mencintai Tuhan dan Nasionalisme anda akan bangkit.
"Anda belum ke pulau Ambon jika anda belum menikmati sensasi pantai Morella"
 






You Might Also Like

0 komentar