"Reenactor", Sebuah Hobi untuk Merekonstruksi Sejarah

Mei 28, 2018

 "Reenactor", Sebuah Hobi untuk Merekonstruksi Sejarah

Majalah Mata Indonesia - Reenactor adalah sebutan bagi para penghobby reka ulang sejarah. Kegiatan yang mereka lakukan adalah Historical Reenactment, TogelHongkong sebuah proses belajar dengan cara mereka ulang sejarah yang tertulis secara otentik dalam catatan sejarah.

Bagaimanakah bentuk kegiatan Reenactor?
Ini adalah salah satu bentuk Kegiatan dari Komunitas Reenactor Ngalam di Surabaya dalam rangka Parade Juang Memperingati Hari Pahlawan 10 November. Kegiatan Tahunan ini, diikuti oleh para Reenactor dari seluruh Indonesia.

 "Reenactor", Sebuah Hobi untuk Merekonstruksi Sejarah

Kegiatan seperti ini bagi seorang reenactor adalah napak tilas menghayati makna perjuangan 10 November di Surabaya. Apa ini sekedar pawai karnaval belaka? Mungkin orang awam berpendapat demikian, karena mereka tidak memahami kegiatan para reenactor ini.

Peringatan Hari Pahlawan adalah memperingati Kejadian pada 10 November 1945, dimana sebuah negeri yang baru saja merdeka harus menghadapi kekuatan sekutu yang diboncengi kepentingan NICA (Netherlands-Indies Civil Administration) yang punya maksud untuk menguasai kembali bumi Indonesia.

Ini adalah peristiwa besar. situs wikipedia mencatat Setidaknya 6,000 - 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara. Kenapa Hal ini bisa terjadi?

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara.

Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Dari catatan sejarah yang ada tersebut, seorang Reenactor mulai belajar sejarah. Ini keasyikan tersendiri yang penuh tantangan. Kami mulai mempelajari dimana kejadian itu terjadi. Lalu dilakukanlah penelusuran tempat yang dimaksud. Peristiwa dan kejadiannya bagaimana. Dicari saksi hidup pada saat peristiwa itu terjadi. Dicari juga literatur dan hasil wawancara para peneliti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Setelah data terkumpul, dibahas siapa yang sedang berkonflik ditempat tersebut. Seragamnya bagaimana. Membawa senjata apa. Kejadiannya bagaimana. Untuk mewujudkan sebuah teatrikal dari peristiwa tersebut membutuhkan riset yang tidak main-main.

Masihkan kegiatan Reenactor ini dipandang sebelah mata?
Reenactor akan mereka ulang peristiwa sejarah dengan metode riset kesejarahan. Ini yang membedakan dengan cosplay, yang meniru tokoh dari film, komik, dan kisah fiksi. Banyak pihak yang memandang Reenactor dengan sebelah mata. Padahal tidak semua orang mau mencintai hobby unik ini. Untuk memerankah sebuah drama teatrikal dibutuhkan biaya yang tidak sdikit.

 "Reenactor", Sebuah Hobi untuk Merekonstruksi Sejarah

Contohnya yang di Lakukan Rekan rekan dari Komunitas Reenactor Ngalam yang berbasis di Kampoeng Sedjarah Kelurahan Sumbersari ini. Untuk memerankan para pejuang yang mempertahankan Malang dari agresi belanda pada 31 Juli 1947 saat peristiwa Malang Bumi hangus ini,  yaitu diseputar daerah Kayu tangan, dibutuhkan banyak belajar dan biaya untuk pengadaan seragam pejuang dan senjata dummy atau mainan yang digunakan.

Reenactor tidak bisa asal comot dalam penggunaan perlengkapan yang digunakannya. Dalam Impresi atau berperan juga harus menyesuaikan dengan waktu kejadian peristiwa yang direka ulang.

Reenactor adalah sebuah hobby yang bukan murahan, tapi didalamnya menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Penjajahan di Indonesia pernah terjadi. Dan dengan media kegiatan historical reenactment ini diharapkan bisa memperkenalkan sejarah kepada generasi muda.

Tidak mudah memang, tapi dengan dukungan semua pihak terkait yang perduli akan edukasi patriotisme pada generasi muda, metode reenactor akan menjadi media pembelajaran sejarah yang patut dipertimbangkan di dunia pendidikan dimasa mendatang.
 









You Might Also Like

0 komentar