Mobil Cina Dipandang Sebelah Mata, Ini Tanggapan Wuling

Mei 18, 2018

 Mobil Cina Dipandang Sebelah Mata, Ini Tanggapan Wuling

Majalah Mata Indonesia - Mobil Cina memiliki sejarah yang kurang baik di Tanah Air. Produk Tiongkok kurang diterima pasar lantaran dianggap berkualitas rendah di samping harganya jauh di bawah rata-rata mobil Jepang.

Menanggapi hal tersebut, Brand Manager TogelSingapore Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, mengatakan bahwa pihaknya percaya diri dengan kehadiran Confero dan Cortez.

Menurutnya, konsumen Indonesia sudah tidak memandang sebelah mata terhadap produk Cina termasuk mobil keluaran Wuling.

"Dari segi produk kami cukup percaya diri dan kami komitmen untuk pelayanan aftersales. Makanya kalau sekarang saya lihat sudah mulai tidak (dipandang sebelah mata) ya untuk konsumen Indonesia karena tercermin dari penjualan kita yang semakin meningkat."

Menurutnya, saat datang ke Indonesia pertama kali, Wuling membangun pabrik seluas 60 hektar dengan capaian per hari ini ada 60 dealer sudah beroperasi di seluruh Indonesia.

"Sebenarnya kalau kita lihat semakin ke belakang konsumen Indonesia bisa melihat komitmen Wuling seperti apa. Kami melihat respon dan komen masyarakat terhadap produk Wuling apalagi yang sudah pernah beli cukup positif testimonialnya untuk Confero dan Cortez," kata Dian.

Selanjutnya

 Mobil Cina Dipandang Sebelah Mata, Ini Tanggapan Wuling

Untuk diketahui, pada April penjualan wholesale Wuling mencapai 1.720 unit. Ini mengalami peningkatan dimana pada awal tahun yakni Januari hanya mampu menjual 927 unit. Sedangkan Februari ada 1.009 unit dan Maret 1.560 unit.

Terkait mobil Cina yang dipandang sebelah mata, sebelumnya Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia, Mukiat Sutikno, menyatakan produk Cina jangan diremehkan karena bisa berkembang sangat pesat.

"Kami melihat untuk konsumen, (mobil Cina) ini suatu pilihan baru. Menurut saya jangan diremehkan karena kemungkinan dia menjadi besar dan kuat kemungkinan itu sangat ada," kata Mukiat di IIMS 2018 beberapa waktu lalu.

 



You Might Also Like

0 komentar