Manusia dalam Ketelanjangan yang Telanjang

Mei 26, 2018

 Manusia dalam Ketelanjangan yang Telanjang

Majalah Mata Indonesia - Adalah "telanjang", sebuah metafor dalam sikap diri apa adanya, sebagaimana apa yang terjadi pada diri dengan tanpa ada apanya. Esensinya tidak dilebihkan, juga tidak dikurangi. Ini menyatakan tentang  Togel Hongkong fakta diri sendiri dengan polos dalam rangkaian 'kenaturan'.

Manusia sedang bertelanjang ketika ia tidak telanjang. Segala sesuatu  memang bisa ditutupi, tapi tidak dengan ketelanjangan itu sendiri! Semua  manusia boleh mengenakan apa saja menutupi auratnya yang fana. Tetapi  hati---di mana sumber kehidupan itu berada---justru tak tertutupi oleh  apapun juga, dan dalam situasi apapun, hati kita memang selalu  telanjang.

Aksiomatisnya, semua insan hakikatnya telanjang!  Manusia telanjang, sebab tidak lagi berangan-angan untuk mengeluarkan  pernyataan-pernyataan putih, dan kalimat-kalimat absolut, juga  klaim-klaim moral-ideal.

Dengan ketelanjangan, manusia  menjadikan tutur dan ujaran, serta sikap dan perilaku, sebagai kondisi  konkrit sebagaimana adanya. Tanpa ia harus takut dinilai oleh manusia-manusia berlidah moral. Sehingga ketelanjangan adalah  depersonifikasi yang membedakan manusia sebagai dimensi keunikan dari  yang lain---yang bendawi.

Sesungguhnya keunikan natur manusia  adalah roh-jiwa-badan. Ketelanjangan menyentuh sisi "roh yang bernurani"  yaitu "rohani" dalam diri individu. Keunikan manusia, sebagai pribadi  maupun sebagai sesama, adalah wajah yang telanjang. Sebagaimana Levinas  dalam 'filsafat wajah' menyatakan: "wajah yang telanjang itu mengatakan  kepadaku, jangan membunuh saya, terimalah saya! Saya harus taat pada  keunikan sesama".

Levinas tidak mengartikan "wajah" sebagai  sesuatu yang bersifat fisis-biologis, yang artinya raut muka yang fisik.  Tetapi ia menunjukkan wajah sebagai bentuk kehadiran "dia yang lain". Wajah dalam pemahaman filsafat Levinas, adalah entitas yang tampil di  hadapan saya sebagai realitas yang berdiri sendiri; suatu penampilan  dari dia yang lain. Penampilan wajah dalam kondisi seperti ini adalah  suatu ketelanjangan.

Ketelanjangan wajah adalah ketelanjangan  yang paling telanjang. Ketelanjangan yang paling telanjang adalah juga  tanda kepolosan dan kelurusan dari wajah itu sendiri. Karena  kepolosannya, hadirlah fenomena kemiskinan yang hakiki. Akhirnya, ketelanjangan mewartakan kemiskinan serta ketakberdayaan orang  lain yang tampil di hadapanku. Orang lain yang tampil sebagai wajah  adalah dia yang datang dari kepolosan dan kemiskinannya.

 Manusia dalam Ketelanjangan yang Telanjang

Maka  hati yang telanjang mengukir nomenklatur yang serba telanjang. Sebab  ketelanjangan itu jujur, sederhana dan tidak mencubit.

Dalam  ketelanjangan insan manusia, semua hitam adalah putih, dan semua putih  adalah hitam. Manusia memiliki apa yang kurang (kekurangan), tetapi juga  apa yang lebih (kelebihan). Realitas kurang-lebih dalam ketelanjangan,  mengkondisikan natur manusia sebagai realitas alam yang lain dari  entitas diluar dirinya sendiri, tetapi derajadnya menjadi sama di dalam  wajah-wajah moral sesama.

Hakikat ketelanjangan dalam realitas  alam, merupakan syariat tak terbantahkan dalam realitas sosial.  Kenyataan-kenyataan alam, termasuk manusia di dalamnya, menjadi pusat  realitas tentang bagaimana membangun kenyataan sosial sebagai nilai  luhur dalam progeni kesetaraan yang hakiki.

Ya, nilai menentukan  ketelanjangan manusia menjadi rhema bagi hidup manusia itu sendiri.  Jika teater ketelanjangan ini gagal, maka aktor ketelanjangan manusia  pun menjadi tidak bermoral.

Pada tempat yang  telanjang, manusia pun membuka segalanya. Semua tak tersembunyi,  tersingkapkan...bahkan tak tertutupi. Dalam setiap jejak ketelanjangannya, segalanya tak lekang oleh sang waktu. Pada titik ini manusia bersuara jujur dan apa adanya. Dan setiap kejujuran akhirnya menyibak halwa dalam candu kenikmatan yang merangkai madu-madu fardu, menjadi kian abadi dalam putaran realitas dari ketelanjangan itu sendiri.

Akhirulkalam, bahwa manusia datang dengan telanjang,  dan akan pergi, lalu berlalu bersama ketelanjangan itu sendiri. Inilah  manusia dalam ketelanjangannya yang sesungguhnya ia telanjang.
Apakah kita telanjang? Kita harus telanjang, agar kita tahu bahwa kita memang telanjang!
 







You Might Also Like

1 komentar

  1. ASS..WR.WB.SAYA PAK RESKY TKI BRUNAY DARUSALAM INGIN BERTERIMA KASIH BANYAK KEPADA EYANG WORO MANGGOLO,YANG SUDAH MEMBANTU ORANG TUA SAYA KARNA SELAMA INI ORANG TUA SAYA SEDANG TERLILIT HUTANG YANG BANYAK,BERKAT BANTUAN AKI SEKARAN ORANG TUA SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTAN2NYA,DAN SAWAH YANG DULUNYA SEMPAT DI GADAIKAN SEKARAN ALHAMDULILLAH SUDAH BISA DI TEBUS KEMBALI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN EYANG WORO MANGGOLO MEMBERIKAN ANGKA RITUALNYA KEPADA KAMI DAN TIDAK DI SANGKA SANGKA TERNYATA BERHASIL,BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU SAMA SEPERTI KAMI SILAHKAN HUBUNGI NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-9177-2208) JANGAN ANDA RAGU ANGKA RITUAL EYANG WORO MANGGOLO SELALU TEPAT DAN TERBUKTI INI BUKAN REKAYASA SAYA SUDAH MEMBUKTIKAN NYA TERIMAH KASIH NO HP EYANG WORO MANGGOLO (0823-9177-2208) BUTUH ANGKA GHOIB HASIL RTUAL EYANG WORO MANGGOLO DIJAMIN TIDAK MENGECEWAKAN ANDA APAPUN ANDA MINTA INSYA ALLAH PASTI DIKABULKAN BERGAUNLAH SECEPATNYA BERSAMA KAMI JANGAN SAMPAI ANDA MENYESAL
    KLIK DISINI dijamin 100% tidak mengecwakan anda
    angka;GHOIB: singapura
    angka;GHOIB: hongkong
    angka;GHOIB; malaysia
    angka;GHOIB; toto magnum
    angka”GHOIB; laos…
    angka”GHOIB; macau
    angka”GHOIB; sidney
    angka”GHOIB: vietnam
    angka”GHOIB: korea
    angka”GHOIB: brunei
    angka”GHOIB: china
    angka”GHOIB: thailand

    BalasHapus