Polisi Tangkap 8 Pengedar Materai Palsu Beromzet Rp 6 Miliar

Maret 20, 2018


Majalah mata indonesia - Tim gabungan Ditjen Pajak dan Polda Metro Jaya menangkap delapan pengedar materai palsu. Kedelapan pelaku tersebut berinisial DJ, HHK, IS, AS, AF, AT, PA, dan ZF. 


Mereka ditangkap dalam rentang Januari-Februari 2018 di beberapa lokasi berbeda di Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut, penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari intelijen tentang beredarnya materai palsu.


"Jadi kami dapat informasi dari Dirjen Pajak tentang adanya pajak negara yang menurun. Kemudian kami lakukan penyelidikan dan ditemukan ada kelompok pembuat dan penjual materai palsu," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (20/3).


Dari para tersangka, polisi berhasil menyita 63.800 materai pecahan Rp 6.000, satu unit mobil Datsun Go, enam unit telepom genggam, satu unit laptop, dan lima kartu ATM. Juga, menyita satu unit hardisk eksternal, tiga unit printer, beberapa bahan pembuat materai palsu, dan kartu identitas milik kedelapan tersangka.

Argo menuturkan, para pelaku telah melancarkan aksinya sejak 2017. Mereka biasa menjual materai tersebut ke beberapa toko online dan toko kelontong. Sejauh ini, mereka telah menerima omzet hingga Rp 6 miliar.

"Jadi salah satu tersangka AD, dapat kiriman barang dari IS berupa dua rim materai palsu pecahan Rp 6.000 setiap 4 bulan sekali. IS diketahui, merupakan pembuat dari materai palsu tersebut," ucap Argo.


"Mereka menjual materai tersebut seharga Rp 1.500 satuannya. Sedangkan biaya produksi satu rim (500 lembar) Rp 10 juta, bisa dibayangkan berapa keuntungan yang mereka dapatkan," sambungnya. 

Saat ini, para tersangka sudah diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lanjut. Mereka dikenakan Pasal 13 Nomor 85 tentang Materai Jo Pasal 235 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

 

You Might Also Like

0 komentar