Diduga Kena Rabies, Lantaran Bocah Ini Berperilaku Seperti Anjing Saat Marah

Maret 28, 2018

Berperilaku Seperti Anjing Saat Marah


Majalah Mata Indonesia ~ Selama sepekan terakhir ini, warga Kabupaten Gorontalo kembali digegerkan, dengan perilaku balita usia 3, sebut saja R warga Desa Iloponu Kecamatan Tibawa yang mendadak Berperilaku Seperti Anjing Saat Marah. Mulai dari berjalan dengan empat kaki (merangkak), makan dengan cara anjing, menggaruk kepala, hingga menggonggong seperti anjing.
Kejadian ini diakui KD ibu R, mulai diperlihatkan sejak Januari lalu.

Awalnya sang ibu berpikir hal tersebut hanya sekadar permainan anak-anak, tetapi sejak Januari R sering berperilaku seperti anjing (kambuh). D ari sebulan sekali, hingga bisa kambuh beberapa kali sepekan. Pada saat ini ketika merasa marah, R mulai berperilaku seperti anjing dan kehilangan kontrol. Mulai berjalan dengan tangan dan kaki, berteriak dengan cara menggonggong.

“Saya pe rumah di gunung, anak ini tiap hari jaga bermain dengan anjing, kambing atau ayam. Tapi memang dia ini pernah digigit anjing di tangan sebelah kanan,” jelas KD. Merasa prihatin , dengan perilaku R yang seperti anjing. Ketua PKK Kabupaten Gorontalo Dr Fory Naway mendatangi kediaman R. Tak datang sendiri istri Bupati Gorontalo ikut ajak Psikologi dan dokter anak untuk melihat secara dekat kondisi R.

“Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan menanggung biaya pengobatan R (3) bocah yang bertingkah seperti anjing. R akan dirawat hingga sembuh,” jelas Ketua PKK Fory Naway. Rencananya hari ini R akan diajak untuk pemeriksaan lengkap di rumah sakit, sehingga diketahui pasti kondisi yang di derita bocah 3 tahun itu. Terlebih banyak dugaan-dugaan yang muncul dengan perilaku R dalam tiga bulan terakhir ini.



Bahkan muncul spekulasi R menderita penyakit rabies atau penyakit anjing gila, karena gejala yang ditunjukkan. ”Karena Puskesmas terbatas. Kalau rumah sakitkan lengkap. Dari pemeriksaan darah, hingga melibatkan dokter anak dan psikolog di rumah sakit. Saya akan berkoordinasi dengan direktur Rumah sakit Dunda,” kata Fory Naway,
Istri Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo ini mengaku mendapat instruksi Bupati untuk melihat langsung kondisi R dan keluarganya. Pemkab Gorontalo, lanjutnya, prihatin masih ada warganya yang jauh dari sikap hidup yang layak.

Fory berharap R segera sembuh. R akan menjalani terapi dengan permainan dan stimulan dengan mengalihkan perhatian lebih. “R anak yang sehat. Sudah saatnya dia bisa masuk PAUD agar kosentrasi bermain dengan sebaya bisa menghilangkan perilakunya. Jauhkan dengan hewan dan harus banyak berinteraksi sesama umurnya,”tuturnya.


Sementara itu Lenny Samsudin, seorang Psikolog mengatakan R bisa disembuhkan bila untuk sementara tidak berdekatan dengan anjing. “R sebaiknya, tidak berdekatan lagi dengan anjing. Saya amati, kalau mendengar suara anjing, R selalu merespons secara cepat. Penyembuhan bisa melalui terapi dengan mengurangi suara anjing. Kalau perlu tidak berdekatan dengan anjing dulu,”ucap Lenny Lenny menjelaskan pihaknya masih menelusuri faktor utama yang menyebabkan tingkah R berubah. Kejujuran orang tua juga dibutuhkan untuk proses penyembuhan ini.

“Diakui KD ibu kandung R. R pernah digigit anjing. Terus seharian R sering bermain dengan binatang peliharaan di rumah. Mulai dai kambing, anjing hingga ayam. Di sinilah lingkungan orang tua dan keluarga sekitar sangat membantu penyembuhannya,”ujarnya. Lenny optimistis R bisa sembuh. Warga sekitar juga diharapkan bisa memberikan repsons untuk membantu R dalam proses penyembuhan lebih cepat.

“Ini kasus pertama yang pernah saya tangani. Saya optimistis bisa menyembuhkan R. Kita akan menstimulasi selain suara anjing. Kita akan berikan dia edukasi atau permainan. Kita akan lakukan secara rutin,”kata Lenny sembari menambahkan proses penyembuhan akan dilakukan Senin (26/2) nanti di Rumah Sakit Ainun Habibe Limboto.

Sementara, Safrawaty Tuna, tim medis dari Puskesmas Buhu, yang menangani R, mengaku sejak empat hari ini R diawasi tim medis. R juga sudah diberikan obat rabies. “Anak ini akan terus kita pantau. Kami juga meminta orang tua untuk jangan terlalu memarahi R, dan R sudah kami berikan suntikan rabies. Karena orang tuanya mengaku R pernah digigit anjing,” tegas Safrawaty. (nat/hg)

Sumber

   



You Might Also Like

0 komentar