Tradisi Arak-arakan Benda Pusat di Cirebon

Februari 09, 2018

 Tradisi Arak-arakan Benda Pusat di Cirebon


Majalah mata indonesia -Cirebon di Jawa Barat punya Tradisi Ngarak Pusaka.
Inilah saat benda-benda pusaka diarak sebagai tanda menyambut musim tanam di sawah.

Setelah zuhur, ember-ember tersebut mulai dijejer. Pemilik ember menunggu dengan setia. Tepat pada pukul 13:00 WIB, tongkat pusaka empat kepala naga diarak keliling Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ujung tongkat yang runcing dicelupkan ke ember, yang sudah berjejer.

Selain tongkat pusaka bernama emas itu, dua gong dengan ukuran besar dan kecil ikut diarak. Arak-arakan pusaka yang dicelupkan ke ember milik masyarakat desa itu dimulai dari rumah milik H Mulyani, Kepala Desa Bulak.

Kemudian keliling dan kembali menuju rumah Mulyani. Ramai, di depan rumah warga berjejer ember. Bahkan, ada juga yang menggunakan ketel. tiap tahun masyarakat Desa Bulak menggelar tradisi tersebut.
 Tradisi Arak-arakan Benda Pusat di Cirebon

Selain itu, tradisi arak-arak benda pusaka itu sebagai tanda menyambut musim tanam. Rasa suka cita masyarakat tergambar dalam tradisi itu. Anak-anak hingga orang tua antusias mengikuti tradisi tersebut.

 Tradisi Arak-arakan Benda Pusat di Cirebon

Air bekas celupan benda pusaka itu diyakini warga memiliki berkah. Bahkan bisa menyembuhkan penyakit dan menyuburkan padi. Masyarakat menggunakan air tersebut untuk mandi, sisanya digunakan untuk menyiram tanaman padi. Seperti yang dilakukan Jaenudin salah seorang warga Desa Bulak.

Jaenudin sengaja menyediakan satu ember berisi air dan kembang. Jaenudin pun menunggu arak-arakan benda pusaka melintas didepan rumahnya. Usai ember miliknya mendapat celupan benda pusaka. Jaenudin pun langsung bergegas ke sawah miliknya dengan membawa ember berisi air kembang itu.

"Iya mau saya siram kesawah. Supaya sawahnya subur, gak diserang hama, kata Jaenudin, Kamis (8/2/2018).

 Tradisi Arak-arakan Benda Pusat di Cirebon

Sementara itu, Kepala Desa Bulak, H Mulyani mengatakan tradisi arak-arakan benda pusaka merupakan tradisi ratusan tahun. Tradisi tersebut merupakan tradisi tahunan menyambut musim tanam.
"Benda pusaka ini milik Buyut Kesmadi, or5ang yang membabad alas Desa Bulak. Cuma di Bulak yang seperti ini,"ucap Mulyani saat ditemui di rumahnya usai mengarak benda pusaka.

Mulyani mengatakan BUyut Kesmadi merupakan tangan kanan dari orang pertama yang menjadi raja di Cirebon, yakni Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakrabuana. Tongkat pusaka dan dua gong yang diarak, sambung Mulyani, merupakan alat penyebaran islam yang dilakukan Buyut Kesmadi.

"Intinya kita memelihara tradisi yang ada sejak dulu. Kita pandang ini sebagai tradisi yang harus dilestarikan, doa tetap kita panjatkan kepada allah," tutupnya.




You Might Also Like

1 komentar

  1. Assalamualaikum wr.wb, Saya dari IBU SOLIMAH DI MAJALENGKA seorang pembatu rumah tangga di Arab Saudi ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH KASURI atas bantuanya kini impian saya selama ini sudah jadi yata dan berkat bantuan MBAH KASURI yang telah memberikan angka gaib hasil ritual kepada saya yaitu 4D dan alhamdulillah angka yang diberikan mbah bener-bener tembus. sekali lagi makasih MBAH buat angka ritualnya sehingga saya bisa menang. Berkat angka gaib hasil meditasi ritual MBAH KASURI saya sudah bisa bangkit dari keterpurukan juga udah buka usaha yang dijalankan suamiku di kampung dan kini kehidupan keluarga saya jauh lebih baik dari sebelumnya, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KASURI di nomer ini Hp:0822 9348 1889/Wa:0822 9348 1889 atau silahkan KLIK DISINI ramalan MBAH KASURI memang memiliki ramalan GAIB” yang insy allah dijamin tembus 100%.

    * RITUAL GAIB ANGKA TOGEL SINGAPURA

    * RITUAL GAIB ANGKA TOGEL HONGKONG

    * RITUAL GAIB ANGKA TOGEL SIDNEY

    * RITUAL GAIB ANGKA TOGEL MACAU

    * RITUAL GAIB ANGKA TOGEL TAIPEI

    * RITUAL GAIB ANGKA TOGEL LAOS

    * RITUAL GAIB ANGKA TOTO MAGNUM MALAYSIA

    * PESUGIHAN DANA GAIB TANPA TUMBAL

    * RITUAL TRANSFER JANIN SECARA GAIB

    BalasHapus