Nenek 62 Tahun Berhasil Wisuda Bareng Cucu dengan IPK 3,8

Januari 01, 2018


Majalah mata indonesia - Ada yang unik saat momen kelulusan di Chicago State University, Amerika Serikat, Kamis (14/12). Dua orang mahasiswi terlihat berjalan beriringan melewati panggung wisuda untuk menerima gelar dan ijazah. 

Mereka adalah Belinda Berry, 62, dan Karea Berry, 25. Keduanya bukan hanya teman sekampus, namun juga satu keluarga. Seorang nenek dan seorang cucu yang wisuda di waktu yang bersamaan.

Lebih hebat, wisuda nenek dan cucu ini merupakan yang pertama selama Chicago State University berdiri yakni sejak 150 tahun lalu. 

Karea mengungkapkan kebahagiaannya bisa wisuda bersama dengan orang yang selama ini mengasuh dan membesarkannya, neneknya sendiri. 

"Momen itu sangat berarti untuk saya. Selain anak saya, Belinda adalah orang yang paling berarti untuk saya. Membuatnya merasa bangga, ketika dia melakukan hal serupa, adalah sesuatu yang menakjubkan," ucap Karea. 

Belinda dan Karea masuk kuliah pada tahun 2010, namun tak pernah menyangka akan wisuda di waktu yang sama.

Tahun 2012, Karea melahirkan anak pertamanya dan memutuskan untuk mengambil cuti sekaligus bekerja untuk mengumpulkan biaya kuliah.


Tepat tahun 2015 Karea kembali melanjutkan studinya yang sempat tertunda.

"Tidak pernah direncanakan, kami berdua memutuskan kuliah dan tidak pernah menyangka akan menyelesaikannya bersama karena saya kuliah penuh waktu sedangkan nenek paruh waktu, " ucap Karea. 

Belinda patut berbangga, diusianya yang tak lagi muda ia berhasil lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 3,8. Terlebih selama dua semester ia menjalani kuliah, Belinda harus berjuang dengan masalah kesehatan. 

"Untuk bisa menyaingi prestasi saya selama kuliah dengan kondisi kesehatan seperti itu adalah hal yang luar biasa. Belinda adalah inspirasi bagi saya," tutur Karea. 

Setelah lulus dan mendapatkan gelar sarjana, keduanya berencana untuk meneruskan kuliah dan memperoleh gelar master bersama-sama. 

Karea mengaku, mulanya ia merasa tak senang berada satu universitas dengan neneknya. 

"Saya seperti, 'Ya Tuhan, tidak. Nenek ada di kampus sambil meneriakkan nama saya? Dia akan bilang, bukankah kamu seharusnya berada di kelas?'," ucapnya menirukan neneknya. 

Namun lambat laun, sikap Karea terhadap neneknya berubah. Sebaliknya, kehadiran Belinda di kampus malah membuat harinya bersemangat. 

Setelah lulus, Karea berharap bisa memulai kariernya sebagai petugas kepolisian di Chicago. Dia juga berkeinginan membuka pusat pemberdayaan masyarakat di Englewood, salah satu wilayah termiskin dan paling banyak mengalami tindak kekerasan. 

"Pemberdayaan tersebut dibutuhkan di daerah itu. Saya ingin membantu mulai dari tempat asal saya, untuk membuat komunitas yang lebih baik," ujarnya. 

Agen Togel Terpercaya

You Might Also Like

0 komentar