Mesir dan Saudi Serukan Pertahankan Status Yerusalem

Januari 07, 2018


Majalah mata indonesia - Mesir dan Arab Saudi telah menyerukan untuk mempertahankan status historis dan hukum Yerusalem. Seruan itu didengungkan di tengah ketegangan setelah keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui kota suci tersebut sebagai Ibu Kota Israel.

Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry tiba di Riyadh untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Saudi Adel al-Jubeir mengenai perkembangan di wilayah Palestina.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian luar negeri Mesir mengatakan dua diplomat teratas menggarisbawahi pentingnya mempertahankan status historis dan hukum Yerusalem.

"Kedua menteri tersebut membahas upaya Arab untuk mempertahankan status kota suci tersebut, yang nasibnya harus ditetapkan dalam negosiasi status akhir," bunyi pernyataan tersebut, Minggu (7/1/2018).

Pertemuan itu, kata pernyataan tersebut, juga menangani sarana untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan terhadap keamanan nasional Arab.

Para menteri luar negeri dari enam negara Arab - Mesir, Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Palestina dan Maroko - akan bertemu di Amman untuk membahas situasi di Yerusalem.

Pekan lalu, Knesset (parlemen Israel) menyetujui sebuah RUU yang membuat perlu untuk mendapatkan persetujuan 80 dari 120 anggota majelis - bukan mayoritas sederhana - untuk mengubah status resmi atau batas kota Yerusalem.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari satu bulan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, yang menimbulkan kecaman luas dari seluruh dunia Arab dan Muslim.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya dapat berfungsi sebagai ibukota negara Palestina merdeka.

Agen Togel Terpercaya

You Might Also Like

0 komentar