Fakta, Pekerjaan Gedung Tinggi Tanpa "Safety"

Januari 24, 2018


Fakta, Pekerjaan Gedung Tinggi Tanpa "Safety"

Majalah mata indonesia -Bisa di bayangkan jika pengerjaan sebuah gedung tinggi tidak menggunakan alat keselamatan. Jika terdapat sedikit kesalahan, maka taruhannya adalah nyawa. Itulah yang terjadi dan tampak oleh mata telanjang saya yang hampir setiap harinya melihat para pekerja dengan berani membangun gedung itu secara manual tanpa alat berat sedikitpun.

Pekerjaan gedung yang berlokasi di bilangan Sangaji Jakarta pusat itu sudah berlangsung hampir empat bulan. Awalnya dimulai dengan tiang pancang yang hanya menggunakan alat berat seadanya, kemudian pemasangan besi dan rangka baja. Menaikan besi baja ke atas hanya menggunakan katrol, hingga pemasangan rangka selesai tidak satupun alat berat yang diturunkan.

Banyak teman teman saya yang berkomentar, jika pengerjaan gedung yang dilakukan dengan modal seadanya adalah demikian. Hanya menggunakan tenaga manusia dengan tidak mempertimbangkan keselamatan. Mungkin karena faktor manusianya juga di bayar lebih mahal dari biasanya, sehingga mereka mau mengambil resiko.

Terakhir, pemasangan tembok dan plester pun hanya menggunakan dudukan bambu. Dari lantai dasar hingga lantai lima gedung baru itu hanya disambung menggunakan potongan bambu (seperti biasa pada foto). Bagaimana jika pembangunan gedung pencakar langit dilakukan hanya dengan menggunakan bambu seperti demikian?

Salah siapa jika seperti ini? Bisa dibilang sepenuhnya adalah kesalahan dari sang pemilik gedung. Sudah tau pembangunan gedung tinggi tetapi tidak menggunakan pelayanan yang standar. Tetapi apakah pemborong juga bisa dikenakan sangsi? Bisa saja, karena alasannya sama yakni mengabaikan Safety dan keselamatan kerja.
Agen Togel Terpercaya

You Might Also Like

0 komentar