Disdik Jatim Beberkan Kronologi Siswa yang Surati Ahok karena Ijazah

Januari 04, 2018


Majalah mata indonesia - Seorang siswa SMA di Lamongan mengirim surat ke Basuki T Purnama atau Ahok karena ijazahnya ditahan pihak sekolah lantaran menunggak biaya. Siswa tersebut meminta bantuan ke Ahok untuk menebus ijazahnya.

Selang beberapa hari, Ahok yang berada di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok ini membalas surat tersebut. Ahok meminta siswa tersebut untuk menghubungi stafnya yang bernama Natanael.


Tentu hal ini menjadi ramai disoroti oleh masyarakat. Apakah seorang Ahok benar turun tangan membantu kasus penahanan ijazah ini. Banyak pihak yang mempertanyakan bagaimana sekolah bisa menahan ijazah tersebut hingga akhirnya siswa tersebut akhirnya memutuskan menulis surat ke Ahok.

Untuk meluruskan kabar yang ramai ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur (Disdik Jatim) menulis sebuah surat keterangan yang memuat 8 poin tetang kronologi kasus yang viral itu. Surat tersebut dibuat berdasarkan fakta di lapangan untuk mengakhiri polemik yang sedang terjadi. 

Di awal klarifikasinya, Disdik membenarkan siswa yang berinisial FM (siswi yang dianggap surati Ahok) adalah siswa SMAN 3 Lamongan yang lulus tahun 2017. Siswa itu bukan pelajar SMAN 30 Lamongan seperti yang disinggung beberapa pihak.

Menurut Disdik, FM tidak pernah mendatangi sekolah untuk cap tiga jari dan pengambilan ijazah sejak kelulusannya pada Mei 2017. 

FM baru mendatangi sekolah pada 28 Desember 2017, sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu FM diketahui datang bersama seorang perempuan yang mengaku sebagai wali murid. Adapun maksud dan tujuan kedatangan FM adalah meminta nomor rekening sekolah dan rincian tunggakan sekolah.
Saat itu, kepala sekolah yang bernama Wiyono mempersilakan keduanya untuk menghadap. 

Perempuan tersebut mengatakan bahwa "FM menang lomba menulis puisi Ahok" tanpa menyebut bila FM berkirim surat ke Ahok.

Wiyono kemudian menanyakan untuk apa meminta nomor rekening sekolah. Perempuan tersebut menjawab bahwa nomor rekening tersebut digunakan untuk menerima hadiah lomba puisi Ahok. 

Menurutnya, hadiah tersebut akan digunakan untuk mengambil ijazah dan membayar tunggakan ke sekolah. Saat percakapan terjadi, perempuan tersebut menyodorkan HP kepada Wiyono, namun kepala sekolah itu menolak membacanya. Menurutnya, percakapan itu tak ada kaitannya dengan pengambilan ijazah.

Wiyono kemudian mengatakan, untuk mengambil ijazah langsung ke Tata Usaha tanpa ada biaya dan tidak perlu meminta nomor rekening sekolah. Wiyono kemudian mengantar FM ke TU untuk mengambil ijazah. Saat itu, FM baru membubuhkan cap 3 jari di ijazahnya. Selanjutnya, FM pulang membawa ijazahnya tanpa dibebani biaya sepeserpun. 

Sebelum meninggalkan sekolah, Wiyono berpesan kepada FM bila ia menerima hadiah, sebaiknya digunakan modal usaha atau untuk melanjutkan pendidikan.

Disdik Jatim juga menyebut kepala sekolah Wiyono tidak pernah menjalin komunikasi dengan Natanael Ompusunggu sebagaimana yang diberitakan beberapa media. 

Berdasarkan klarifikasi tersebut, Disdik Jatim menyimpulkan tidak benar SMAN 3 Lamongan menahan ijazah siswanya yang berinisial FM. 

FM sendiri disebutkan memang memiliki tunggakan biaya sekolah sebesar 2 juta rupiah. Tapi, pihak sekolah dari awal menerapkan peraturan setelah siswa sekolah lulus semua biaya tunggakan dinyatakan lunas. 

Oleh sebab itu, munculnya pengakuan ijazah tersebut diberikan atas bantuan Ahok dan orang dekatnya, adalah hal yang tidak benar.

Agen Togel Terpercaya

You Might Also Like

0 komentar