206 Anggota Tim Medis Kostrad Ditugaskan Selama 9 Bulan di Asmat

Januari 26, 2018


Majalah mata indonesia - Presiden Joko Widodo telah memerintahkan TNI-Polri membuat satgas khusus untuk menangani wabah campak dan gizi buruk di Suku Asmat, Papua. Selain tim yang sudah berada di lokasi, TNI mengirimkan personel tambahan untuk menangani kasus ini.

Sebanyak 206 personel Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) TNI diberangkatkan ke Papua dan Papua Barat. Keberangkatan para personel ini dilepas langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (25/1).


Kapen Kostrad, Letkol Inf Putra Widyawinaya, menjelaskan Satgaskes ini dipimpin Danyonkes 2 Divif 2 Kostrad Letkol Ckm dr Shohibul Hilmi, Sp.OT. Tim terbagi dalam kelompok Markas Komando Satuan Tugas (Mako Satgas) Seksi Markas (Sima), Tim Analisis, Tim Pemeliharaan dan Pencegahan, Tim Evakuasi, Tim Pelayanan Kesehatan dan Peleton Pengawal.

"Satgaskes TNI yang terdiri dari tenaga medis termasuk dokter spesialis (anak, kandungan, penyakit dalam dan THT)," kata Putra, Kamis (25/1).


Putra menyebut, tim ini akan bertugas sepanjang tahun dan dirotasi setiap 9 bulan. Mereka akan bertugas hingga daerah tersebut bebas dari gizi buruk dan penyakit campak. 

"Sejauh ini, identifikasi penyakit yang terjadi di Papua dan Papua Barat adalah gizi buruk, campak, malaria, ISPA, diare, TBC, kulit dan genetik," tuturnya. 



Agen Togel Terpercaya

You Might Also Like

0 komentar