Presiden tak Melihat Masa Kerja dalam Merombak Kabinet

Desember 05, 2017


Togel Online - Juru bicara Presiden, Johan Budi menyebut Presiden Joko Widodo merombak kabinet kerja atau reshuffle berdasarkan hasil evaluasi setiap waktu secara keseluruhan. Ia pun meyakini Presiden tak akan melihat masa kerja dari para pembantunya dalam melakukan reshuffle.

"Kalau lihat dari pengalaman, Presiden juga tidak melihat apakah masa kerja kabinet ini tinggal dua tahun atau tiga tahun. Tidak memberatkan itu untuk reshuffle. Tapi tidak harus reshuffle juga," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 4 Desember 2017.

Perombakan kabinet tampaknya sebuah keniscayaan. Apalagi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa telah memastikan diri bakal maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur (Jatim) pada 2018. Dengan begitu, Khofifah mesti meletakkan jabatannya sebagai Menteri Sosial. Walaupun, hingga saat ini Khofifah belum membahas langsung dengan Presiden soal niatannya maju di Pilkada Jatim.

Selain itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pun digadang-gadang bakal menjadi ketua umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Ia telah meminta restu Presiden untuk maju sebagai calon ketua umum jika Golkar jadi menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Apabila Airlangga terpilih, otomatis ia harus juga meletakkan jabatan sebagai Menteri Perindustrian. Apalagi, pada awal kepemimpinannya, Jokowi sempat bilang tak ingin adanya rangkap jabatan di Kabinet Kerja.

Namun, Johan menilai keputusan reshuffle atau tidak ada di tangan Presiden. Pasalnya, perombakan kabinet menjadi hak prerogatif Presiden. "Jadi mari kita menunggu saja. Kita kembalikan ke hak prerogatif Presiden. Saya tidak bisa mendahului apa yang tidak bisa didahului," pungkas Johan.


You Might Also Like

0 komentar