Perhitungan Suara Selesai, Honduras Masih Belum Tentukan Presiden Baru

Desember 05, 2017


Togel Online - Otoritas Honduras pada Senin (4/12) akhirnya telah menentukan hasil akhir perhitungan suara pemilihan umum (pemilu) presiden yang diadakan digelar awal pekan lalu. Meski begitu, pemenang pemilu belum dinyatakan secara resmi. Hal ini dilakukan untuk meredam kerusuhan yang terjadi saat perhitungan berlangsung.

Pasca pemilu, situasi mencekam telah melanda Honduras. Kedua calon presiden, yakni calon petahana Presiden Juan Orlando Hernandez dan Salvador Nasralla sama-sama mengklaim kemenangan. Pihak Nasralla menuduh telah terjadi kecurangan, pasalnya pada perhitungan awal Nasralla berhasil memimpin perolehan suara sebelum akhirnya Hernandez menyalip menjelang penutupan resmi perhitungan suara.


Akibat kerusuhan yang terjadi, Honduras memberlakukan jam malam serta mencabut hak berkumpul dan menyatakan pendapat di muka publik. 

Dugaan kecurangan dilontarkan oleh Calon Presiden Nasralla, seorang politikus sayap kiri yang juga mantan presenter televisi. Para pendukung Nasralla turun ke jalan dan melakukan unjuk rasa besar. Mereka menuntut untuk diadakan perhitungan ulang di beberapa wilayah.

"Mereka mencuri suara kita," kata Yesus Elviz (58)


Menanggapi tuduhan kecurangan karena adanya perubahan perolehan suara, lembaga penyelenggara pemilu The Supreme Electoral Tribunal (TSET), mengatakan telah terjadi kerusakan pada komputer yang memperlambat perhitungan suara.

David Matamoros, selaku ketua TSET mengumumkan pada Senin (4/12), bahwa jumlah terakhir menunjukkan calon petahana Hernandez unggul dengan 42,98 persen suara dari Nasralla dengan perolehan sangat tipis yakni 41,39 persen suara.

Namun, Matamoros mengatakan, TSET belum mengumumkan pemenang karena adanya kemungkinan banding yang bisa berlanjut sampai akhir Desember.

"Kami meminta kepada semua kandidat untuk mengutamakan kepentingan Honduras terlebih dahulu," kata Matamoros.

Pemilu Honduras memang telah diprediksi akan berlangsung ketat. Sosok Hernandez dari kubu sayap kanan mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat. Sementara Nasralla disokong oleh mantan Presiden Manuel Zalaya yang terpaksa turun jabatan pada tahun 2009 akibat kudeta.

You Might Also Like

0 komentar