Mediasi Gagal, Tommy Prabowo Kecewa dengan Pemilik Anjing Valent

Desember 04, 2017


Togel Online ~Mediasi antara Tommy Prabowo dan Elishia, pemilik anjing Valent yang ditinggalkan di dalam mobil di parkiran Mal Grand Indonesia selama kurang lebih 8 jam, gagal. Tommy kecewa, namun akan terus berjuang.

Tommy memberi pernyataan kepada wartawan usai keluar dari Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (4/12/2017) pukul 16.38 WIB. Dia didampingi Sekretaris Garda Satwa Indonesia, Anisa Ratna Kurnia.

Dijelaskan Tommy, dia awalnya berniat melaporkan Elishia ke polisi terkait kasus penelantaran hewan. Namun ternyata Elishia juga datang dan akhirnya Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono menyarankan agar dilakukan mediasi.

"Jadi ini prosesnya masih tahap mediasi. Kami menyampaikan keinginan kami seperti apa dan pihak Valent (pemilik anjing-red) juga seperti apa. Tapi sampai sekarang belum ketemu titiknya. Mediasi nggak berhasil," kata Tommy.

Menurut Tommy, mediasi itu berlangsung kurang lebih sekitar 1 jam. Mediasi berjalan alot dan tidak ada titik temu. Menurutnya, Elishia kukuh tidak melakukan penyiksaan terhadap anjing Valent.

"Meletakan binatang hidup dalam mobil dengan kaca dibuka sedikit tanpa makan dan minum 8 jam lebih salah atau tidak? Saya kembalikan lagi pada masyarakat. Dia tetap bilang itu tidak salah," kata Tommy.

Sekretaris Garda Satwa Indonesia, Anisa Ratna Kurnia, juga ikut bicara. Menurut dia, meninggalkan hewan peliharaan di dalam mobil selama kurang lebih 8 jam adalah penyiksaan terhadap binatang.

"Secara logika saja kita kalau misalkan selama 8 jam di situ (dalam mobil-red). Tanaman saja ditaruh di situ layu pasti, dalam arti agak keriput atau apa. Ini makhluk hidup," ucap Anisa. Dia tidak setuju dengan argumen Elishia yang menyatakan anjingnya senang diperlakukan seperti itu.


"Meninggalkan makhluk hidup 8 jam di dalam mobil itu adalah salah suatu tindakan penyiksaan," ujarnya. Menurutnya, jika kasus ini di luar negeri, masyarakat wajib memecahkan kaca mobil dan menyelamatkan anjingnya.

Anisa melanjutkan, pihaknya tetap berniat agar perawatan anjing Valent dititipkan di Garda Satwa Indonesia. Mereka juga ingin mengedukasi pemilik agar tidak melakukan penyiksaan terhadap binatang.

Tommy menambahkan, dirinya akan terus berjuang agar pemeliharaan Valent bisa dititipkan di Garda Satwa Indonesia. Dia akan menunggu hasil mediasi lanjutan yang belum ditentukan waktu dan tempatnya. Nantinya jika masih buntu, dia akan resmi melaporkan kasus ini ke polisi.

"Saya yakin dengan keputusan saya bahwa Valent berada di tangan yang salah," ujar Tommy. Dia juga meminta maaf kepada para netizen yang mendukungnya di media sosial lewat hashtag #SelamatkanValent karena belum bisa mengambil anjing Valent dari tangan pemiliknya.

"Pengertian tentang memelihara peliharaan yang baik itu tidak diterima oleh pemilik Valent. Itu yang membuat saya akan semakin maju apapun risikonya dengan pertemuan kedua nanti seperti apa, kalau nggak ketemu (buntu-red) berarti lanjut terus (proses hukum)," sambungnya.

You Might Also Like

0 komentar