"Sampai Saat Ini Belum Terdeteksi Adanya Gas Berbahaya di Permukiman"

November 30, 2017


Togel Online ~  Kasubid Mitigasi wilayah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kamil mengatakan, letusan Gunung Agung disertai dengan semburan gas berbahaya dengan volume sampai ribuan ton.

Gas ini berupa Sulfurdioksida (SO2) dan Carbondioksida (CO2). Jika dirata-ratakan, sejak terjadinya letusan freatik pada Selasa (21/11/2017), setiap harinya terdapat 3.000 ton SO2 yang disemburkan.

"Aspek Geokimia SO2 2.000-3.000 per hari. Hal ini mengindikasikan posisi matma di kedalaman dangkal," kata Devy, Rabu (28/11/2017).

Gas SO2, sambung dia, dapat terekam jika magma telah sampai ke permukaan. Terekamnya lontaran gas dalam jumlah besar juga mengindikasikan potensi letusan yang akan terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Gas dari erupsi Gunung Agung berpotensi membahayakan. Dia mencontohkan, ketika terjadi letusan Gunung Nios, Kamerun, gas dari letusan gunung menimbulkan korban jiwa. Karena gas yang keluar tidak berwarna bahkan tidak berbau.

Gas ini bisa turun bersama kabut dari puncak gunung menuju pemukiman warga. Sampai sejauh ini, gas berbahaya tersebut belum terdekteksi di permukiman warga sekitar Gunung Agung.

Hal ini bisa disebabkan gas berbahaya yang disemburkan Gunung Agung langsung tercacah di udara sekitar dan tersapu angin di ketinggian.

"Sampai saat ini belum terdeteksi adanya gas berbahaya di pemukiman, bisa jadi karena Gunung Agung cukup tinggi sehingga gas berbahaya bisa langsung terurai di atas," ucap Devy.

Devy mengimbau agar warga, pendaki, dan wisatawan menjauhi zona bahaya Gunung Agung. Yaitu pada radius 6 km dari puncak kawah ditambah perluasan sektoral 10 km ke arah tenggara, selatan, dan barat daya. 

You Might Also Like

0 komentar