KPK Blokir Rekening Setya Novanto, Istri dan Kedua Anaknya

November 29, 2017


Togel Online - Pihak KPK membenarkan telah memblokir rekening milik Setya Novanto dan keluarganya. Selain itu, penyidik juga memblokir dua perusahaan yang diduga sahamnya dimiliki oleh keluarga Ketua DPR tersebut.

"Telah dilakukan pemblokiran rekening terhadap rekening SN, isteri dan anak-anak SN serta dua rekening perusahaan, yaitu PT Murakabi dan PT Mondialindo," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Rabu (29/11).

PT Mondialindo Graha Perdana adalah perusahaan yang saham mayoritasnya diduga milik istri Setya Novanto, Deisti Astiani Tagor dan anak Setya Novanto, Rheza Herwindo. Sedangkan PT Murakabi Sejahtera adalah perusahaan yang sahamnya juga diduga dimiliki oleh anak Setya Novanto, Dwina Michaella, serta keponakan Setya Novanto yang bernama Irvanto Hendra Pambudi.

PT Mondialindo Graha Perdana disebut merupakan pemegang saham terbesar PT Murakabi Sejahtera. Pada proyek e-KTP, PT Murakabi pernah menjadi salah satu konsorsium peserta lelang. PT Mondialindo dan PT Murakabi Sejahtera sama-sama berkantor di Lantai 27 Gedung Menara Imperium, Kuningan, Jakarta. Kantor tersebut dimiliki oleh Setya Novanto.

Febri mengatakan pemblokiran terhadap sejumlah rekening keluarga dan perusahaan Setya Novanto dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan kasus e-KTP. Hal itu mengacu pada Undang-undang KPK pasal 12 ayat 1 huruf d. 


Pasal itu mengatur tentang perintah kepada bank atau lembaga keuangan lainnya untuk memblokir rekening yang diduga hasil dari korupsi milik tersangka, terdakwa, atau pihak lain yang terkait.

"Pemblokiran dilakukan dengan dasar hukum yang kuat di UU KPK. Karena selain mengacu pada KUHAP dan UU Tipikor, dalam pelaksanaan tugas dan kewenangan, secara khusus juga diatur di UU KPK (lex specialis)," kata Febri.
 
Selain pemblokiran, tim penyidik juga akan mendalami jajaran direksi yang menjabat dalam perusahaan keluarga Setya Novanto tersebut. "Penyidik akan terus mendalami profil perusahaan, nama- nama yang tercantum di jajaran Komisaris dan Direksi serta kepemilikan saham," kata Febri.

Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, sebelumnya pernah membenarkan soal kepemilikan saham itu. Namun menurutnya, saham tersebut diberikan oleh pihak perusahaan dan saat ini Setya Novanto bersama istrinya sudah melepas saham tersebut.

Adapun di kasusnya, Setya Novanto disangka melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan proyek e-KTP tahun 2011-2012 pada Kementerian Dalam Negeri. Ia disangka melakukan perbuatan itu bersama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman, Sugiharto, dan kawan-kawan.

Pasal yang disangkakan kepada Setya Novanto adalah Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.


You Might Also Like

0 komentar