Cerita Soal Polisi di Balik Gambar Rumah Limas Pada Uang Rp 10 Ribu

November 09, 2017


Togel Online  ~ Gambar rumah limas yang terdapat pada mata uang pecahan 10.000 rupiah merupakan rumah tradisional Sumatera Selatan yang kini menjadi salah satu koleksi di Museum Balaputra Dewa. Tetapi, tahukah Anda siapa yang menginisiasi agar rumah limas ini menjadi gambar dalam mata uang?

Konon katanya, rumah Limas ini tersemat di mata uang atas inisiasi Kombes Pol (Purn) Prabu Diradja. Sehingga, lahirlah mata uang pecahan 10.000 rupiah bergambar rumah Limas yang dicetak Bank Indonesia tahun emisi 2004 dan masih berlaku sampai sekarang ini.

"Yang mengusulkan itu pak polisi, Pak Sjafe'i Diradja. Saya mendengar hal itu, sewaktu istri beliau mendampingi Ibu Ito Sumardi (Irjen Ito Sumardi-Kapolda Sumsel saat itu), sekitar tahun 2002-an kalau tidak salah. Nah saya baru mengetahui yang mengusulkan rumah limas menjadi gambar di mata uang itu Pak Sjafe'i Diradja," kata Kepala Seksi Pelayanan dan Penyajian Museum Balaputra Dewa Diah Anggraini


Rumah limas ini tadinya diusulkan menjadi gambar di mata uang pecahan Rp 50 ribu. Akan tetapi, Prabu kemudian mengusulkan agar rumah limas dimasukan di uang pecahan Rp 10 ribu, dengan harapan agar lebih dikenal masyarakat.

"Pak Prabu berpikir, kalau ditaruh di Rp 50 ribu orang nggak banyak megang, tetapi kalau uang Rp 10 ribu kan banyak yang pegang. Banyangkan konsep promosinya (akan budaya) itu sampai ke situ," sambung Diah.

Setelah mendapat persetujuan BI, akhirnya dilakukan pemotretan rumah limas yang ada di Museum Balaputra Dewa. "Tahun 2002 pemotretannya, kemudian uangnya sendiri itu kan tahun emisi 2004," imbuh Diah.

Lulusan Akabri '74 yang bernama lengkap Raden H Muhammad Sjafe'i Diradja ini kemudian dinobatkan sebagai sultan di Sumatera Selatan dengan gelar Sultan Mahmud Badaruddin III Prabu Diradja yang diangkat tahun 2003. Ia wafat di usia 67 tahun, tepatnya pada 7 September 2017 di Rumah Sakit RK Charitas Palembang.

Beberapa jabatan pernah diemban Prabu Diraja, di antaranya Kapolsekta Coblong Bandung, Polda Jabar, Kaden PJR Satsabhara Polda Jabar, Wakapolres Garut. Selanjutnya ia banyak berkarir di tanah kelahirannya di Sumatera Selatan. Ia pernah menjabar sebagai Kabid Telematika, Kepala Bidang Hukum dan terakhir Kepala Biro Bina Mitra di Polda Sumatera Selatan.

Museum Terus Berbenah

Rumah limas menjadi salah satu dari 6.000 koleksi benda bersejarah lainnya yang ada di Museum Balaputra Dewa. Selain rumah limas, ada juga rumah ulu, batuan dari zaman megalitik -yang saat ini dipamerkan di Brussel-hingga benda-benda peninggalan Kerajaan Sriwijaya berada di museum tersebut.

Rumah berbahan kayu unglen itu awalnya merupakan Pangeran Syarif Abdurahman Alhabsi, warga keturunan Arab yang dibuat pada sekitar tahun 1803. Hingga saat ini, rumah limas itu masih berdiri kokoh.

Untuk menjaga kelestarian rumah limas, museum memerlukan dana yang cukup besar. Hanya saja, biaya untuk konservasi yang minim membuat pihak museum harus mensiasatinya dengan berbagai upaya.

"Kalau konservasi versi museumnya itu besar, tetap nggak sampai miliaran. Anggaran untuk perawatan untuk semua koleksi yang ada di museum itu Rp 50 juta per tahun untuk tahun 2017. Kita lakukan perawatan dengan sangat sederhana misalnya kayu biar terjaga dari rayap, ketika ngepel, orang tua dulu kan pakai solar bekas dicampur cairan, kemudian kita gunakan tembakau, untuk menutupi lubang-lubang pada kayu," papar Diah.

Meski anggaran yang minim, pihak museum terus berbenah. Apalagi, Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang, di mana Museum Balaputra Dewa disiapkan menjadi salah satu destinasi wisata bagi para atlet dan official.

"Harapannya, dengan dijadikannya Museum Balaputra Dewa sebagai lokasi wisata untuk para atlet dan official tamu Asian Games 2018 mendatang ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Selatan, khususnya ke Museum Balauptra Dewa," tuturnya.

Gerakan Cinta Museum

Bertepatan di Hari Ulang Tahun (HUT) Museum Balaputra Dewa ke-23 pada 5 November 2017 lalu, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sumatera Selatan bersama pihak museum mencanangkan gerakan cinta museum. Polisi ikut berperan serta dalam meningkatkan pariwisata di Kota Palembang.

Salah satunya dengan menyumbangkan 10.000 leaflet dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Kepala Museum Balaputra Dewa, Chandra Amprayadi menyambut baik gerakan polisi peduli museum yang dicanangkan oleh Direktur Binmas Polda Sumsel Kombes Pol Teguh Prayitno.

"Aksi ini muncul dari rasa prihatin melihat kondisi museum Indonesia umumnya dan Museum Balaputera Dewa khususnya, di mana tinggalan yang tersimpan di dalamnya yang sarat dengan nilai-nilai sejarah yang luar biasa, tetapi kurang termanfaatkan oleh masyarakat," kata Chandra.

Leaflet tersebut disebarkan di hotel-hotel dengan harapan bisa lebih banyak mendatangkan wisatawan. Dalam leaflet tersebut, polisi menyelipkan imbauan untuk menjaga kelestarian cagar budaya dengan mencantumkan pemidanaan bagi perusak cagar budaya sebagaimana termaktub dalam Pasal 105, 106 dan 109 Undang-Undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

"Langkah awal dan bukti peduli jajaran Binmas Polda Sumsel dengan memberi bantuan berupa leaflet imbauan dan promosi Museum Balaputera Dewa. Kami berharap langkah ini bukanlah menjadi langkah pertama dan terakhir, tapi adalah langkah awal untuk mengetuk semua pihak tergerak memberikan sumbangsih dan peran nyata pada museum dengan berbagai macam cara," papar Chandra.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Usaha saya bangkrut karena dililit hutang hingga milyaran rupiah,membuat saya nekat melakukan pesugihan,saya pernah ditipu habis-habisan hingga 50jt karena menjanjikan ritual pinjam ghaib didaerah Serpong tanggerang,pernah pula kena tipu dari paranormal palsu daerah Aceh, membuat saya berpikir berulang-ulang kali untuk melakukan pesugihan lagi, hingga suatu waktu saya diberitahukan teman saya yang pernah mengikuti ritual kawin dengan jin dan menceritakan.sosok Kyai Hj Ranggong yg tidak perlu diragukan,awalnya saya ingin melakukan ritual kawin dengan jin tapi Aki sarankan saya lakukan pinjam ghaib,saya paksakan untuk meminjam uang karna uang saya saat itu tidak cukup untuk mahar pinjam ghaib,saya sdh mantap hati karna kesaksian teman saya itu benar2 saya lihat sendiri, singkat cerita saya mengikuti saran Aki pada saat ritual,3 hari menjalankan ritual saya dipanggil untuk datang langsung kerumah Aki karna disebut2 dana saya cair 6miliar, sampai saat ini saya masih mimpi uang sebanyak itu bukan hanya melunaskan hutang miliaran bahkan mampu membangun ekonomi saya yg sbelumnya bangkrut,kini saya mempunyai pabrik sepatu yang lumayan besar,saya sangat bersykur dan berterimakasih kepada Aki,saya harap dan bermohon semoga kebaikan Aki digantikan oleh tuhan dan selalu sehat
    MAKA DARI ITU JIKA SAUDARAKU YANG DI LUAR SANA INGIN SEPERTI SAYA,SAYA SARANKAN UNTUK SEGERA MENGHUBUNGI KYAI HJ RANGGONG HP : ( 085-222-967-279 ) MAKASIH.


























    BalasHapus