Selidiki Motif, FBI Fokus ke Kekasih Penembak Brutal Las Vegas

Oktober 04, 2017



Togel Online  ~  Penyelidikan atas motif penembakan brutal di Las Vegas, Amerika Serikat kini beralih ke Maurilo Danley, kekasih pelaku penembakan, Stephen Paddock. Danley diketahui sempat berada di Tokyo, Jepang sebelum bergerak ke Filipina. Biro Investigasi Federal AS (FBI) berupaya memulangkan Danley ke AS untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (4/10/2017), Danley diketahui merupakan warga negara Australia kelahiran Filipina. Wanita berusia 62 tahun itu disebut-sebut tinggal serumah dengan Paddock (64) di kediamannya di Mesquite, Nevada, sebelum penembakan terjadi.

Kepolisian Las Vegas menetapkan Danley sebagai sosok yang dicari setelah penembakan yang didalangi Paddock menewaskan 58 orang pada Minggu (1/10) malam waktu setempat. Lebih dari 500 orang lainnya luka-luka dalam tragedi yang terjadi di konser dekat Hotel dan Kasino Mandalay Bay itu.

Paddock melepas tembakan dari lantai 32 di kamar Hotel Mandalay Bay yang ditempatinya. Dia menembaki orang-orang yang sedang menonton festival musik country di Las Vegas Boulevard, yang ada di seberang hotel.

Paddock tewas bunuh diri di kamar hotel sesaat sebelum polisi berhasil mendobrak masuk. Ditemukan total 47 senjata api yang dimiliki Paddock, dengan rincian 12 senjata api ditemukan di dalam kamar hotel, sisanya ditemukan di dua lokasi berbeda, yakni kediaman Paddock di Mesquite dan sebuah properti miliknya di Reno, Nevada.

Namun tetap tidak ada petunjuk signifikan soal motif Paddock melakukan aksi brutal itu. Desakan publik AS untuk menyatakan Paddock sebagai teroris dan aksi pembantaian itu sebagai tindak terorisme terus meluas. Namun kepolisian menegaskan pihaknya tidak menemukan petunjuk yang mengaitkan Paddock dengan kelompok militan tertentu atau memiliki paham radikalisme.

Otoritas AS berharap bisa menemukan petunjuk dari Danley. Sheriff Clark County, Joseph Lombardo, yang memimpin penyelidikan insiden ini menyebut Danley awalnya diyakini berada di Tokyo. Namun pada Selasa (3/10), Lombardo menyebut Danley diketahui berada di Filipina.

FBI berupaya memulangkan Danley ke AS untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Kami berkomunikasi dengannya," tutur Lombardo kepada wartawan setempat.

Keterangan dari kepolisian dan otoritas Las Vegas menyebut Danley tinggal serumah dengan Paddock di lingkungan pensiunan di Mesquite. Penyelidik disebut tengah memeriksa aliran dana sebesar US$ 100 ribu dari Paddock ke sebuah rekening di Filipina, yang diduga milik Danley.

Baca juga: Ironi Amerika, Korban Terus Berjatuhan tapi Senjata Dijual Bebas

Disebut seorang pejabat senior keamanan dalam negeri AS yang enggan disebut namanya, aliran dana itu diduga merupakan pembayaran asuransi untuk Danley. Otoritas AS sangat ingin menanyai Danley soal Paddock dan aksi brutal yang dilakukannya.

Tidak banyak informasi yang didapat soal sosok Danley. Namun sejumlah media AS menyebut dia pernah bekerja sebagai wanita penghibur dengan bayaran tinggi di Atlantis Casino, Reno, antara tahun 2010 dan 2013. Danley sebelumnya menikah dengan seorang pria yang tidak disebut namanya, namun bercerai setelah 25 tahun pernikahan. Dia telah mempunyai anak dan cucu.

Pada sejumlah akun media sosial miliknya, Danley menyebut dirinya sebagai 'pejudi profesional' kemudian juga seorang ibu dan nenek. Tidak diketahui pasti apakah Paddock yang meminta Danley meninggalkan AS sebelum dirinya melakukan penembakan brutal di Las Vegas.



You Might Also Like

0 komentar