Perusahaan Ini Ajak Turis Berlebaran di Kapal Pesiar, Berminat?

Oktober 11, 2017


Togel Online  ~ Jakarta - Pernahkah Anda membayangkan liburan di atas kapal pesiar dan mengunjungi beberapa tempat di dunia? Tentunya, pilihan liburan seperti ini menjadi mimpi bagi sebagian orang.

Menikmati hangatnya sinar matahari di atas dek kapal dan tinggal beberapa hari melintasi samudera tentu menjadi salah satu pengalaman yang tak terlupakan.

Salah satu perusahaan penyedia kapal pesiar yang memfasilitasi para traveler dan penjelajah dunia yang ingin menikmati pengalaman tersebut adalah Royal Caribbean International.

Meski berbasis di Miami, Amerika Serikat para peminat kapal pesiar tak perlu khawatir. Pasalnya, Royal Caribbean sudah memulai aktivitas jelajah di kawasan Asia Tenggara tapatnya di Singapura sejak tahun 2007 lalu.

Memasuki usianya yang ke-10 tahun, Royal Caribbean terus membenah diri untuk memberikan pelayanan yang baik bagi penggunanya.

Menurut Sean Treacy, Direktur Utama Royal Caribbean Asia Pasifik, selama 10 tahun kehadirannya di kawasan Asia Tenggara, minat pelancong yang menggunakan kapal pesiar terus meningkat dari tahun ke tahun, salah satunya warga Indonesia.


"Kami melihat, warga Indonesia sangat tertarik dengan pengalaman menjelajah lautan menggunakan kapal pesiar. Tim kami mencatat, jumlah konsumen dari Indonesia terus bertambah setiap tahunnya," ujar Sean Treacy saat menyampaikan sambutan dalam acara Celebrating 10th Anniversary Royal Caribbean International in Asia, Rabu (11/10/2017) pagi, di Palalapa Restaurant Jakarta.

"Karena permintaan semakin banyak, Royal Caribbean akan terus memfasilitasi konsumen dengan menambah jumlah armada kapal pesiar. Salah satu kapal pesiar tersebut bernama Harmony of the Seas.

Treacy pun menyebut, Symphony of the Sea adalah kapal pesiar terbesar yang ada di dunia. Kapal ini dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Mulai dari kamar tidur dengan tipe Ocean View, Balcony dan Suite.


"Selain menawarkan kenyamanan tempat tinggal, kami juga menyediakan beberapa fasilitas. Diantaranya, ruang pertemuan, area berbelanja, restoran dan juga kolam renang," jelas Treacy.

"Tak hanya bagi orang dewasa, kapal ini juga dilengkapi fasilitas yang ramah bagi anak-anak. Mulai dari taman bermain, komedi putar, flying fox dan pertunjukkan seni yang sangat menghibur," tambahnya.

Berkat segala inovasi dan kelengkapan fasilitas yang disajikan, Royal Caribbean dianugerahi penghargaan sebagai Operator Kapal Pesiar Terbaik pada acara TTG Travel Award untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.


Dalam sambutannya, Treacy turut mengapresiasi tingginya minat para pelancong dari Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan memberikan penawaran spesial bagi masyarakat Indonesia.

"Rencananya, pihak Royal Caribbean akan membuka jadwal berlayar di hari Lebaran pada tahun 2018. Program ini akan dinamakan sebagai 'Lebaran Cruise for Indonesia' pada 15-19 Juni 2018," jelas Treacy.

"Selain dalam rangka mengapresiasi tingginya minat warga Indonesia, program Lebaran Cruise sengaja diadakan untuk memperingati hari jadi Royal Caribbean yang ke-10. Nantinya, kapal pesiar akan berlayar selama empat hari empat malam dengan rute Singapura-Penang-Phuket-Singapura," tambahnya.


Treacy menegaskan bahwa tawaran spesial hari Lebaran tersebut baru pertama kali dilakukan selama Royal Caribbean berdiri.

Berhubung Indonesia adalah salah satu negara di dunia dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Treacy mengatakan bahwa pihaknya akan membicarakan soal program Halal Tourism untuk pasar warga Indonesia.

Meski begitu, bagi pelancong yang beragama Islam tak perlu khawatir. Pasalnya, Treacy menjamin makanan yang disajikan di dalam kapal pesiar halal untuk dikonsumsi.

Selain melayani rute wisata di kawasan Asia Tenggara, Royal Caribbean juga menawarkan paket wisata dengan rute lain. Diantara rute yang menjadi favorit adalah Bermuda dan Karibia, Eropa, Kanada dan New England, Alaska, Amerika Selatan, Asia dan Australia.

Keuntungan RI Jika Punya Pelabuhan Kapal Pesiar seperti Singapura

Indonesia adalah negara maritim, dengan lebih dari 17 ribu pulau, serta daya tarik wisata yang tak terhitung jumlahnya. Namun, Nusantara yang indah sama sekali belum punya pelabuhan kapal pesiar.

Presiden Joko Widodo mengaku heran dibuatnya. "Kita ini negara kepulauan, tapi kita enggak punya terminal cruise, yacht. Bagaimana kapal pesiar mau datang ke kita? Suruh parkir di mana? Di Ciliwung?" kata dia dalam Rakornas Kadin 2017 pada Selasa 3, Oktober 2017.

Jokowi menambahkan, salah satu efeknya adalah jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia masih kalah dari negara-negara tetangga. Padahal, Tanah Air punya destinasi kelas dunia, seperti Danau Toba, Wakatobi, Borobudur, dan Bromo.

Setelah mengunjungi Singapura, Jokowi mengaku langsung memerintahkan para menterinya untuk membangun dermaga kapal pesiar. Targetnya, 10 dermaga terbangun dalam dua tahun.


Kapal-kapal pesiar berukuran besar memang telah merapat lebih dulu di Negeri Jiran. Pada Oktober 2009, Negeri Singa bahkan membangun salah satu pelabuhan terbesar di Asia, Marina Bay Cruise Centre Singapore (MBCCS).

Tiga tahun kemudian, pada 22 Oktober 2012, MBCCS diresmikan, melengkapi pelabuhan Harbour Front, yang secara geografis tak lagi maksimal untuk menjadi tempat bersandar kapal-kapal pesiar berukuran besar.

Marina Bay Cruise Centre Singapore menempati lahan seluas 28 ribu meter persegi atau setara tiga lapangan bola. Bangunan berarsitektur unik itu dilengkapi ruang kedatangan dan keberangkatan yang luas, yang bisa menampung 6.800 penumpang sekaligus.

Tak hanya Jokowi, Annie Chang, Director of Cruise Singapore Tourism Board juga berharap, Indonesia memiliki pelabuhan kapal pesiar. "Asia Tenggara adalah destinasi pelayaran yang baru dan terus berkembang," kata dia saat menyambut peserta Indonesia Journalist Visit Programme (IJVP) di atas kapal pesiar Mariner of the Seas milik Royal Carribean.


Industri kapal pesiar global membawa 24,7 juta penumpang pada 2016. Asia mencatatkan pertumbuhan paling cepat, yakni 38 persen. Sementara, Asia Tenggara diproyeksikan menerima sekitar 4,5 juta penumpang kapal pesiar pada 2035 -- atau meningkat 10 kali lipat dari 2016, demikian menurut konsultan pengembangan pelabuhan Bermello Ajamil and Patners Inc pada 2017.

Annie Chang menambahkan, Asia Tenggara memiliki banyak destinasi wisata, dari pantai hingga warisan budaya yang mendapat pengakuan UNESCO. Kesempatan tersebut tak boleh dilepaskan.

"Kita harus mempersiapkan diri untuk menerima kedatangan kapal pesiar raksasa generasi mendatang. Infastruktur dan lainnya harus siap menyambut banyak tamu yang datang bersamaan," kata Chan.

Sebab, pelabuhan yang representatif menjadi faktor krusial. Jika tidak, kapal harus melepas jangkar di laut dan penumpang diangkut menggunakan tender boat. "Jika hujan, itu sama sekali bukan hal yang menyenangkan. Apalagi, banyak lansia yang menjadi penumpang kapal pesiar. Itu mengapa pelabuhan harus diperdalam sehingga kapal besar bisa merapat," kata dia.

Ia menambahkan, menurut informasi yang didapat pihaknya, Indonesia akan meningkatkan Pelabuhan Benoa, Bali, pada 2018, agar memungkinkan untuk jadi tempat berlabuh kapal pesiar besar seperti kelas Quantum milik Royal Carribean Internasional yang bisa menampung 4.900 tamu.

Tak hanya itu, Genting Cruise Line juga berencana mengembangkan fasilitas berthing di Celukan Bawang pada 2019, agar bisa menjadi tempat berlabuh bagi kapal berpenumpang hingga 3.400 orang.

"Genting Dream akan menjadi kapal pesiar terbesar yang akan berlayar secara reguler ke Indonesia mulai Desember 2017, yang akan membawa total lebih dari 60 ribu penumpang, yang diperkirakan akan menghabiskan US$ 7 juta saat berkunjung ke daratan," kata Chan.

Perempuan itu menambahkan, Oceanic Group yang berbasis di Singapura juga akan melakukan kerja sama strategis dengan Politeknik Pariwisata Batam untuk memberi pelatihan dan mengeluarkan 1.000 sertifikat pertahunnya.

Berdasarkan data Cruise Lines International Association's 2014 South Asia Economic Impact Study, sedikitnya 16 ribu warga Indonesia bekerja di bidang jasa kapal pesiar.

"Bidang ini bisa memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” kata Chang.

You Might Also Like

0 komentar