Haruskah Bilang Sayonara pada Rumah Tapak?

Oktober 10, 2017


Togel Online  ~  Bagi Sebagian Orang, ruma adalah tempat tinggal di atas tanah. Kalau tidak begitu, rasanya bukan rumah. Sementara di Korsel, hampir semua rumah sudah berbentuk apartemen.

Berkeliling selama seminggu ke banyak pelosok negeri ginseng, ada saja yang menggelitik. Membandingkan bangsa sendiri dengan Korsel sangat mengasyikkan. Maklumlah, Mereka hanya lahir 2 hari lebih lama dari Indonesia, 15 Agustus 1945.

Kini, di hampir pojokan negeri kimchi itu, gedung-gedung menjulang tinggi. Apakah di tungkat kabupaten atau kecamatan. Bentuknya kokoh dan mirip. Itulah flat atau apartemen bagi warga mereka. 

Gedung menjulang itu bahkan ada di pinggiran gunung, Berderet-deret rapi dan teratur. Beton melangit itu muncul diatara hamparan sawah ataupun hutan yang mengijau. Unik dan aneh di mata sebagian pelancong.


Karena tingginya, diperkirakan, satu gedung itu bisa menampung dua warga desa disana atau bahkan lebih. Dengan lima tujuh gedung saja, kemungkinan semua warga sudah dapat tempat tinggal yang layak dan cukup.

Menurut apa yang sempat terlihat, satu apartemen disana relatif luas. Kisaran 90an meter atau lebih. Setidaknya terdapat dua kamar tidur. Jadi tetap ada privacy dan keleluasaan. Tentu saja, ada yang sempit dan lebih luas. Yang jelas, sarana dan prasarana penunjang seperti pom bensin, super market dan bahkan pasar tradisional disediakan.

Saya sepenuhnya menduga, kebijakan rumah "melangit" dan bukan rumah tapak ini merupakan siasat agar kehidupan lebih nyaman. Sisa lahan yang ada bisa dipakai untuk pertanian dan hutan yang menjadi paru-paru alam. Orang korea yang memang doyan nasi, misalnya,  jadi tidak pernah kekurangan bahan pokok makanan,


Tidak hanya itu, kota-kota besar tidak akan hanya disesaki oleh rimbunan beton, namun juga banyak ruang-ruang publik dengan taman dan danau buatan yang menyenangkan. Bahkan, di pinggir kali pun bisa di pakai untuk jogging track, olahraga hingga membuat aneka festival. Di tengah-tengah sempitnya lahan, masih tersisa ruangan yang sangat dibutuhkan warga. 

Sepertinya, perasaan baru memilki rumah kalau tersedia rumah tapak, harus mulai diubah. Lahan di beberapa daerah kita sudah tambah sesak. Bahkan kini tempat rekreasi alam kadang sudah berganti menjadi tamasya mal dan super market. Ada saatnya menyatakan sayonara pada rumah tapak demi kehidupan yang lebih baik. 

You Might Also Like

0 komentar