Misteri Motif Pengedar Obat Maut PCC Menyasar Anak-anak

September 15, 2017


Togel Online  ~Puluhan orang menjadi korban dari penyalahgunaan obat PCC di Kendari, Sulawesi Utara. Pengedar obat keas ini disebut mengincar anak-anak.

Setidaknya sudah ada 50 orang yang menjadi korban akibat peredaran obat PCC. Dua di antaranya meninggal dunia. Satu karena overdosis setelah mengonsumsi PCC dengan Somadril dan Tramadol. Satu korban lainnya meninggal dunia karena tenggelam setelah lari ke laut akibat berhalusinasi usai mengonsumsi obat.

"Obat yang dikonsumsi itu PCC singkatan paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. Menurut literatur yang kami peroleh memang kandungan obat ini sementara ini bukan merupakan narkotik dan juga bukan yang sekarang ini tersebar di tengah masyarakat adalah jenis Flakka, bukan," ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari di gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/9/2017).

BNN memberi perhatian khusus terhadap kasus ini. Sebanyak lima orang pelaku sudah ditangkap terkait kasus pengedaran obat PCC. CC merupakan obat keras yang tidak boleh dijual sembarangan atau harus seizin dokter. Namun obat ini dipasarkan dengan harga murah kepada siswa di Kendari.

Baca juga: Gadis Cantik Nan Malang Korban Obat PCC di Kendari

"Tapi ternyata ini beredar dengan bebas, bahkan dijual kepada anak-anak sekolah dengan harga Rp 25.000 per 20 biji," kata Arman.

Menurutnya, pengedar menyasar anak di bawah umur. Soal motif pengedar mengedarkan obat PCC itu ke anak di bawah umur masih misterius. BNN dan kepolisian sedang menggali motif tersebut.

"Sasaran ini adalah anak-anak di bawah umur. Ini masih terus dikembangkan, mudah-mudahan nanti atas kerja sama semua pihak maka kita bisa mengungkap dari mana sumber barang ini, apa motivasinya, dan bagaimana modusnya sehingga yang menjadi sasaran ini adalah anak-anak di bawah umur ini," terangnya.

Baca juga: Menkes: Obat PCC Sebabkan Gangguan Kepribadian dan Disorientasi

Korban akibat peredaran obat PCC itu mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, SMA, hingga pegawai. Meski tidak termasuk jenis narkoba, efek penyalahgunaan obat PCC tetap berbahaya.

Dijelaskan Arman, Obat ini biasanya digunakan sebagai penghilang rasa sakit dan obat sakit jantung.Selain kejang-kejang, obat itu bisa membuat badan terasa sakit. Fungsi sebenarnya obat PCC adalah menghilangkan rasa sakit dan untuk obat sakit jantung.

"Nah, kalau dilihat kegunaannya, ini tentu bisa kita simpulkan kalau ini obat keras, obat yang tidak boleh bebas beredar," tegas Arman.

Ada pun 5 tersangka yang ditangkap terkait kasus ini adalah R, FA, ST, WY, dan A. WY merupakan apoteker dan A seorang asisten apoteker.

"2 tersangka berprofesi sebagai apoteker dan asisten apoteker ditangkap di TKP Apotek Qiqa Jalan Sawo-sawo Kota Kendari dengan barang bukti obat jenis Tramadol sebanyak 1.112 butir," ungkap Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto dalam keterangannya, Kamis (14/9).

Sementara barang bukti dari tiga tersangka lainnya yaitu 720 butir dan 923 butir yang dibuang di belakang rumah, 988 butir di dalam lemari baju plastik, uang sebesar Rp 735.000, plastik klip sebanyak 2.800 pcs dan 8 buah toples putih bekas tempat obat warna putih

"Total keseluruhan obat pil tersebut 2.631 butir," tuturnya.

dari sumber:https://goo.gl/vHSv93

You Might Also Like

0 komentar