Jonru Teriak Saya Tidak Takut tapi Mangkir Dipanggil Polisi

September 26, 2017


Togel Online  ~  Senin (25/09/2017) seharusnya Jonru Ginting diperiksa penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Sebelumnya polisi telah melayangkan surat panggilan kepada Jonru pada Minggu (24 September 2017).

Jonru dilaporkan oleh Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya (31/08/2017) atas postingannya yang bernada provokatif dan SARA. Muannas beranggapan Jonru telah melanggar UU ITE karena dinilai telah menyebar kebencian atau hate speech. Jonru juga telah memfitnah ulama NU dengan mengatakan NU menerima uang 1,5 triliun terkait Perpu Ormas. Hal ini berbahaya dan menyesatkan kata Muannas. Sehingga, sebagai warga negara yang baik, Muannas merasa terpanggil untuk melaporkan Jonru ke pihak yang berweneng.

Belum seminggu dilaporkan, Jonru kembali diperkarakan. Kali ini yang melaporkan Jonru adalah Muhammad Zakir Rasydin. Zakir juga melaporkan Jonru ke Polda Metro Jaya atas beberapa postingan Jonru yang bernada provokasi. Zakir khawatir apa yang dilakukan Jonru melalui Sosmednya dapat berpotensi memunculkan konflik SARA. Karena itu pada hari senin (4/9/2017) aktivis Sosmed diperkarakan untuk kedua kalinya.

Pasca dilaporkan dua kali, Muannas Muannas kembali melaporkan Jonru. Selasa (19/9/2017) Muannas kembali mendatangi polda metro jaya untuk memperkarakan Jonru atas postingannya di Medsos yang diduga mencemarkan nama baik dan fitnah. Sebelumnya Jonru memelintir nama belakang Muannas menjadi Aidit. Karena hal tersebut ada yang beranggapan Muannas adalah anak tokoh PKI DN Aidit. mengatakan Muannas anak PKI ini dianggap pengacara Muannas, Ridwan Syaidi Tarigan sebagai ujaran kebencian dan fitnah.

Selain Jonru pengacara Muannas juga melaporkan akun twiiter @plato_id yang mentweet agar Muannas melaksanakan tes DNA untuk membuktikan keturunan dn Aidit atau bukan.

Jonru sebenarnya sudah cukup lama dikenal dikancah permedosan nasional dan dunia. Jonru dikenal sebagai aktivis Sosmed dikalangan masyarakat bumi datar dan bumi bulat. Bahkan sejak tahun 2014 nama Jonru sudah terdengar hingga ke pelosok-pelosok negeri.

Saat itu Jonru memposting status yang menghina presiden Jokowi beserta keluarganya. Jonru mengatakan sangat disayangkan kursi presiden diduduki oleh Jokowi yang belum jelas siapa orang tuanya.

Namun, postingan Jonru yang tercelah ini tidak diperkarakan presiden. Bersyukurlah yang diserang Jonru adalah Presiden Jokowi, kalau Kim Jong Un, bisa berabe. Hingga saat ini, kendati sudah menghina orang nomor satu di Indonesia Jonru masih bebas update status, foto selfie dan menghadiri undangan jadi narasumber di acara ILC di TVOne.

Saat di acara ILC inilah kenakalan Jonru terbuka kembali. Saat itu terjadi perseteruan antara Akbar Faisal anggota dpr-ri fraksi nasdem dengan Jonru. Akbar Faisal membacakan postingan Jonru yang mengatakan status orang tua Jokowi tidak jelas tersebut. Tidak lupa pula Akbar Faisal menanyakan kepada Jonru apakah benar Jonru memposting seperti hal tersebut. Jonru tidak bisa mengelak. Dari pada malu karena ketahuan bohong, akhrinya si Jonru mengakuinya.

Akbar Faisal melihat postingan ini adalah penghinaan terhadap presiden sebagai kepala negara. Namun Jonru bukannya minta maaf malah ngeles, bahwa dia tidak menghina presiden. Hingga akhrinya Akbar Faisal tidak bisa berkata apa-apa lagi selain meminta polisi untuk menangkap dan memproses Jonru.

Jonru kemudian seperti orang yang tidak punya rasa takut, menantang balik Akbar Faisal dengan mengatakan saya tidak takut dan silahkan diproses sambil mengacungkan jari tangan ke langit. Tantangan ini dijawab oleh Muannas dan Zakir dengan melaporkan Jonru ke Polda Metro Jaya.

Namun, ironinya Jonru yang bicara berapi-apai mengatakan tidak takut dilaporkan ke polisi di depan Karni Ilyas, Kivlan Zen, Guntur Romli, Rocky Gerung, Grace Natalie, Razman Arief, Martinus Sitompul dan jutaan pasang mata penonton setia ILC, ternyata tidak menghadiri panggilan polisi. Menurut polisi tidak ada informasi mengenai alasan Jonru tidak datang. Karena itu polisi akan menjadwalkan pemanggilan ulang Jonru.

Kalau Jonru benar-benar tidak takut, seharusnya memenuhi panggilan polisi. Masa update status sampai berani mencatut nama presiden tapi takut dipanggil polisi. Kalau mau beralasan umroh, semua orang sudah tahu kalau Jonru belum berangkat umroh. Beda dengan tersangka chat mesum yang memang sudah lama berada di Arab. Namun ada kesaman juga, sama-sama takut dipanggil polisi.

You Might Also Like

0 komentar