Adu Domba Lewat Isu, Gatot Terpancing, Jokowi Waspada, Kondisi Genting

September 25, 2017


Togel Online  ~ Saya yakin sebagian besar pendukung Jokowi kecewa dengan sikap yang ditampilkan oleh Gatot. Beliau yang sebelumnya begitu gigih berada di belakang Jokowi mengawal NKRI mulai berani nakal. Sosok Jokowi yang sempat diseganinya mulai diabaikan. Gatot tidak lagi segan menunjukkan sikap yang berseberangan. Banyak diantara kita yang mulai tidak respek dengan Gatot.

Namun harus kita pahami bahwa bagaimanapun Gatot masih panglima TNI. Terlepas dari niat Gatot yang ingin terjun ke dunia politik setelah pensiun nanti, sikap yang ditampilkan oleh Gatot adalah sebuah konsekuensi dari sebuah isu. Gatot tidak mampu menahan diri dari pancingan sebuah isu.

Bagaimanapun Gatot adalah manusia biasa. Setegar apapun pendiriannya, suatu saat akan goyah apalagi dengan tawaran yang begitu menggiurkan seperti capres atau cawapres.

Ada pihak-pihak yang tidak senang dengan kemesraan Gatot dan Jokowi. Pihak ini menilai ada celah untuk meretakkan hubungan mereka. Gatot berbeda dengan Tito yang kesolidannya kepada Jokowi tidak diragukan lagi. Mereka bisa menggunakan strategi ini untuk meruntuhkan kedigdayaan Jokowi.

Jika Panglima TNI dengan Presiden sudah tidak klop dan kerap berseberangan, maka kemananan di Indonesia menjadi begitu mencemaskan. Indonesia bisa mengalami situasi genting. Jika TNI dan Presiden sudah tidak bersatu, maka kehancuran sebuah negara nampaknya tinggal menunggu waktu saja.

Media-media yang kurang respek terhadap Jokowi turut berperan dalam hal ini. mereka terus memberitakan wacana-wacana bahwa Gatot sangat layak untuk bertarung di Pilpres 2019, bahkan bisa menjadi penantang serius Jokowi. Nama Gatot terus disebut-sebut. Lembaga survey ikut meramaikan dan mengopinikan bahwa Gatot layak bertarung di Pilpres 2019.

Pendirian Gatot pun goyah. Sebagai manusia biasa yang memiliki nafsu dan keinginan, tawaran menjadi capres begitu menggiurkan dan susah ditolak.

Upaya mereka untuk mengadu domba Gatot dan Jokowi nampaknya berhasil. Isu PKI membuat Gatot semakin liar. Gatot berhasil dipancing untuk keluar dari lingkaran Jokowi. Gatot mulai berani angkat bicara di publik tanpa sepengetahuan Jokowi. Gatot mulai berani menunjukkan watak asli seorang militer yang keras. Tanpa ragu, dia mengatakan “itu perintah saya, mau apa?” dengan lantang saat ada yang mempertanyakan nobar film PKI.

Di tengah isu PKI yang semakin memanas, Gatot semakin terpancing untuk melakukan tindakan liar yang semakin memperkeruh keadaan. Tanpa melakukan pengkajian, klarifikasi, dan komunikasi dengan Presiden dan Polri, Gatot menyatakan mendapat informasi soal 5 ribu senjata ilegal dipesan oleh instansi dari luar. Ucapan itu disampaikan Gatot dalam acara ‘Silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI’ di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9) lalu.

Semakin liarnya pernyataan yang dilontarkan Gatot semakin menunjukkan bahwa dia sudah terpancing semakin jauh. Dia tidak sampai menyadari bahwa pernyataannya akan memperkeruh keadaan. Tidak selayaknya seorang Panglima TNI mengatakan hal seperti itu

Jika Gatot tak terburu-buru dan melakukan klrarifikasi, urusan 5000 senjata selesai.
Menko Polhukam Wiranto telah menepis isu soal ada institusi di luar TNI dan Polri memesan 5 ribu senjata api ilegal. Menurut Wiranto, dalam isu tersebut yang benar adalah Badan Intelijen Negara (BIN) memesan 500 pucuk senjata untuk kepentingan sekolah. Senjata tersebut buatan Pindad bukan dari negara orang.

Wiranto pun meminta isu tersebut tak perlu dipolitisasi. Wiranto juga menegaskan kondisi bangsa saat ini tetap aman dan tak perlu ada yang dikhawatirkan. Wiranto mengatakan ada persoalan komunikasi yang tak tuntas antara lembaga terkait. Ia telah memanggil Kepala BIN, menghubungi Panglima TNI, Kapolri dan pimpinan lembaga terkait lainnya mempertanyakan informasi tersebut.

Pernyataan Wiranto adalah luapan kegeraman beliau terhadap Gatot sebagai panglima TNI yang memiliki tugas mengamankan dan member rasa aman terhadap rakyat Indonesia, namun sikap yang ditunjukkan Gatot justru sebaliknya malah membuat masyarakat was-was.

Sampai sekarang Jokowi masih diam dan belum bersikap terhadap gelagat liar Gatot. Namun beliau tetap waspada. Apa yang sedang terjadi pada Gatot semakin membuat kondisi genting. Jokowi harus mampu menarik kembali Gatot ke dalam lingkarannya minimal sampai jabatan Panglima TNI habis.

Bagaimana pun juga, Gatot masih Panglima TNI. Isu, gesekan, dan mis komunikasi sekecil apapun bisa menjadi ancaman. Jokowi harus mampu menormalkan kembali kondisi saat ini. Jika Jokowi tidak berhasil mengendalikan Gatot, maka situasi dan kondisi Indonesia semakin memburuk. Musuh-musuh Jokowi akan tertawa melihat kondisi ini.

You Might Also Like

0 komentar