Bela Trump, Gubernur Guam Ingin Tinju Hidung Kim Jong-un

Agustus 15, 2017



Togel Online ~ Ancaman rudal dari Kim Jong-un ke Pulau Guam, wilayah Amerika Serikat di Pasifik, mengundang komentar pedas dari sang gubernur. Eddie Calvo, Gubernur Guam, pada Senin (14/8) mengatakan “terkadang seorang pem-bully hanya bisa dihentikan dengan tinju di hidung.”

Komentar itu diutarakan Calvo sebagai pembelaan atas retorika Presiden AS Donald Trump yang menyebut akan merespons ancaman Korea Utara dengan “api dan kemarahan”.

Sebelumnya, silih ancam antara Trump dan Kim Jong-un semakin menambah ketegangan di Semenanjung Korea. AS menyiagakan ribuan pasukannya di Korea Selatan dan Jepang guna menangkal serangan Korut sementara Kim Jong-un menyebut telah mempersiapkan pasukan berjumlah 3,5 juta untuk berperang dengan Negeri Paman Sam.

Kendati dunia tegang menanti apa yang akan terjadi antara AS dan Korea Utara, Calvo justru berterimakasih pada Donald Trump yang dia sebut “telah bertindak tegas dalam menghadapi ancaman Korut terhadap Guam”.

“Bagi setiap orang yang tumbuh di lingkungan sekolah, kita mengerti soal bullying,” kata Calvo pada AFP.

“[Pemimpin Korea Utara] Kim Jong-un adalah seorang pem-bully dengan senjata yang sangat kuat. Pem-bully yang harus kita kalahkan,” lanjut Calvo, yang merupakan anggota Partai Republik.

Selanjutnya, dia menambahkan Trump mendapatkan kritik yang tidak adil terkait caranya menangani krisis Korea Utara, yang semakin meningkat saat Pyongyang mengumumkan akan mengirimkan rudal balistik ke arah Guam.

Dia juga menyebut Korut telah berulang kali mengancam akan menyerang Guam, sejak 2013. Guam sendiri merupakan wilayah Amerika Serikat yang memiliki dua basis militer besar, yakni angkatan udara dan angkatan laut, serta memiliki lebih dari 6000 tentara.

Calvo mengatakan presiden AS sebelum Trump juga melakukan hal yang sama, dengan balik mengancam Korut. Dia mengutip Presiden Obama yang tahun lalu mengatakan “kita bisa, tentu saja, menghancurkan Korea Utara dengan senjata yang kita miliki”.

“Namun, dia [Obama] mengatakannya dengan nada yang tenang dan lainnya [Trump] mengatakan api dan kemarahan dengan lantang dan tegas, tapi itu punya pesan yang sama,” papar Calvo.

Di sisi lain, Calvo juga membantah bahwa Trump dan Kim sama buruknya soal retorika mereka yang mengancam untuk saling menyerang.

“Hanya ada satu orang yang membunuh pamannya dan seorang jenderal karena tertidur di rapat. Itu Kim Jong-un,” kata Calvo.

“Hanya ada satu orang yang menewaskan kakak tirinya dengan gas syaraf paling berbahaya di dunia, itu Kim Jong-un,” Kendati dunia tegang menanti apa yang akan terjadi antara AS dan Korea Utara, Calvo justru berterimakasih pada Donald Trump yang dia sebut “telah bertindak tegas dalam menghadapi ancaman Korut terhadap Guam”.

“Bagi setiap orang yang tumbuh di lingkungan sekolah, kita mengerti soal bullying,” kata Calvo pada AFP.

“[Pemimpin Korea Utara] Kim Jong-un adalah seorang pem-bully dengan senjata yang sangat kuat. Pem-bully yang harus kita kalahkan,” lanjut Calvo, yang merupakan anggota Partai Republik.

Selanjutnya, dia menambahkan Trump mendapatkan kritik yang tidak adil terkait caranya menangani krisis Korea Utara, yang semakin meningkat saat Pyongyang mengumumkan akan mengirimkan rudal balistik ke arah Guam.

Dia juga menyebut Korut telah berulang kali mengancam akan menyerang Guam, sejak 2013. Guam sendiri merupakan wilayah Amerika Serikat yang memiliki dua basis militer besar, yakni angkatan udara dan angkatan laut, serta memiliki lebih dari 6000 tentara.

Calvo mengatakan presiden AS sebelum Trump juga melakukan hal yang sama, dengan balik mengancam Korut. Dia mengutip Presiden Obama yang tahun lalu mengatakan “kita bisa, tentu saja, menghancurkan Korea Utara dengan senjata yang kita miliki”.

“Namun, dia [Obama] mengatakannya dengan nada yang tenang dan lainnya [Trump] mengatakan api dan kemarahan dengan lantang dan tegas, tapi itu punya pesan yang sama,” papar Calvo.

Di sisi lain, Calvo juga membantah bahwa Trump dan Kim sama buruknya soal retorika mereka yang mengancam untuk saling menyerang.

“Hanya ada satu orang yang membunuh pamannya dan seorang jenderal karena tertidur di rapat. Itu Kim Jong-un,” kata Calvo.

“Hanya ada satu orang yang menewaskan kakak tirinya dengan gas syaraf paling berbahaya di dunia, itu Kim Jong-un,”

Baca Juga:


You Might Also Like

0 komentar